IBL Rilis Regulasi 2026: Pertahankan Format Home and Away, Komposisi Pemain Diperbarui

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:28 WIB
Suasana partai final IBL 2025, antara Pelita Jaya Basketball dan Dewa United, Juli lalu, di Jakarta. (IBL Indonesia)
Suasana partai final IBL 2025, antara Pelita Jaya Basketball dan Dewa United, Juli lalu, di Jakarta. (IBL Indonesia)

Adapun bagi klub yang memiliki heritage atau naturalisasi, hanya dibolehkan merekrut dua pemain asing dan bisa dimainkan bersamaan dengan dua pemain asing lainnya.

Klub juga dapat mendaftarkan minimal dua pemain berusia di bawah 23 tahun dengan rata-rata waktu bermain sekurang-kurangnya lima menit per pertandingan yang dihitung di akhir musim.

Kebijakan ini diharapkan menjaga keberlanjutan regenerasi atlet lokal di tengah meningkatnya kualitas liga.

Baca Juga: Usai Jeda Internasional Persib Siap Tempur Hadapi PSBS Biak di Super League 2025/26

Aspek lain yang menjadi perhatian utama adalah penerapan salary cap bagi pemain asing. Pada musim 2026, IBL menetapkan batas gaji maksimum sebesar USD 30.000 per bulan.

Kebijakan ini dirancang untuk menjaga proyeksi finansial klub serta menjaga daya saing kompetisi.

Pengawasan akan dilakukan oleh Governance & Compliance yang dipimpin David Crocker (ex Managing Director FIBA) sebagai pihak independen sebagai validator.

Baca Juga: Dewa United Siap Meladeni Permainan Madura United FC di Banten International Stadium

Klub yang melanggar dikenakan sanksi berupa denda, pengurangan subsidi hingga pengurangan poin, bergantung pada besarnya pelanggaran yang dilakukan.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah menyampaikan, "Kami ingin menciptakan liga yang kompetitif dan sehat secara finansial."

"Salary cap bukan hanya sebagai pembatas, tetapi mekanisme untuk menjaga agar semua tim memiliki peluang yang sama untuk berkembang."

Baca Juga: Arab Saudi Vs Irak: Herv Renard Gunakan Strategi seperti Melawan Indonesia

"Sistem home-and-away dan pembatasan gaji adalah dua komponen penting untuk menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus meningkatkan nilai liga secara keseluruhan," ujarnya.

Dengan periode kompetisi yang kini berlangsung selama enam bulan, mulai 10 Januari hingga Juni, IBL 2026 diharapkan menjadi babak baru bagi industri bola basket nasional.

Melalui kombinasi format pertandingan yang lebih dinamis, sistem finansial yang transparan, dan perhatian terhadap pengembangan pemain lokal, IBL menegaskan komitmennya untuk menghadirkan liga yang bukan hanya menarik di lapangan, tetapi juga kuat dari sisi tata kelola dan profesionalisme.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: IBL

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X