SportlinkNews - Ada pemandangan tidak biasa ketika Golden State Warriors berhadapan dengan New Orleans Pelicans di NBA Cup 2025/26 pada 25 November lalu.
Di mana Kevon Looney kembali ke Chase Center bukan sebagai bagian dari Golden State Warriors, melainkan sebagai pemain New Orleans Pelicans.
Namun, suasana yang ia rasakan tetap sama, penuh nostalgia, kehangatan, dan kenangan dari satu dekade yang membentuknya menjadi salah satu figur paling dihormati dalam era kejayaan Warriors.
Baca Juga: Jelang Duel, Joe Rogan Ungkap Kengerian Anthony Joshua untuk Jake Paul
Looney, yang kini memasuki musim ke-11 di NBA, dianggap sebagai salah satu pilar tak terlihat dari dinasti Warriors.
Tiga cincin juara yang ia raih hadir bukan karena sorotan besar, melainkan dedikasi dalam melakukan hal-hal kecil yang menentukan. Rebound ofensif, bertahan, dan hadir setiap malam tanpa keluhan.
"Saya hanya ingin diingat sebagai orang yang selalu ada," ungkapnya.
Baca Juga: Jaket Balap Spesial Valentino Rossi Dilelang untuk Kegiatan Amal Unicef
Saat kembali untuk pertama kalinya menghadapi mantan timnya di Chase Center, Looney tak bisa menahan perasaan emosional. Baginya, ingatan tentang bagaimana ia tumbuh di bawah sistem Steve Kerr dan kultur Warriors muncul satu per satu.
"Banyak kenangan terlintas," ujar Looney.
"Saya ingin diingat sebagai pemain yang tangguh, yang selalu hadir, yang membawa helm kerja setiap malam, dan tidak pernah mengeluh. Apa pun perannya, saya selalu mencoba memberikan yang terbaik," tukasnya.
Baca Juga: World Tour Finals 2025: Indonesia Tantang Para Favorit Tanpa Status Unggulan
Ucapan itu bukanlah retorika. Karena Looney pernah menjalani 289 pertandingan beruntun, termasuk playoff, rekor kelima terpanjang dalam sejarah Warriors. Di musim reguler saja, ia mencatat 254 laga berturut-turut.
Ketangguhan itu membuatnya dijuluki "Iron Man Loon", terutama ketika ia bersikeras tampil di seluruh 82 pertandingan musim 2021-22, meski tim medis menyarankan istirahat.
Pelatih Steve Kerr, yang membentuk Looney menjadi fondasi pertahanan memenangkan tiga gelar juara, mengakui kehilangan besar dari kepergian sang pemain.
Baca Juga: Owen Hargreaves Ungkap Syarat Utama agar Man United Bisa Jadi Penantang Gelar Liga Inggris
"Loon memberi kami begitu banyak hal," kata Kerr. "Bukan hanya di lapangan, rebound, pergerakan, hal-hal kecil, tapi juga kedewasaannya, atmosfer positif yang ia bawa ke ruang ganti. Kami merindukan itu."
Kerr bahkan mengakui salah satu momen paling berat dalam karier kepelatihannya adalah saat harus mengakhiri rekor kehadiran Looney pada Maret 2024 demi memberi menit bermain kepada rookie Trayce Jackson-Davis.
Looney kini memulai kehidupan baru jauh dari Bay Area bersama New Orleans Pelicans setelah menandatangani kontrak dua tahun senilai $16 juta.
Baca Juga: Hasil Super League: Persib Tundukkan Madura United FC, Thom Haye Cetak Gol Perdana
Musim perdananya di Pelicans berjalan lebih tenang, dengan rata-rata 2,4 poin, 4,0 rebound, dan 1,4 assist per pertandingan. Angka yang mungkin kecil, tetapi kontribusinya tetap melampaui statistik.
Dia menyebut adaptasi di New Orleans berjalan baik, menyoroti "kebersamaan selatan" yang ia rasakan sejak hari pertama.
Penuh cinta
Meski kini berstatus lawan, Looney menegaskan bahwa ia tak menyimpan rasa kecewa terhadap Warriors. Justru sebaliknya, ia penuh rasa syukur.
Baca Juga: Komposisi Final Timnas Putri Menanti Dua Diaspora, Rilis Pemain Sebelum 2 Desember
"Tidak ada dendam, semuanya tentang cinta," kata Looney. "Saya punya begitu banyak kenangan baik di sini. Mereka seperti keluarga saya. Saat kembali ke sini, saya hanya memikirkan kemenangan-kemenangan itu."
Artikel Terkait
Statistik Tripoin Buruk, Timberwolves Terpuruk di Tangan Warriors di Gim 1 Semifinal Konferensi
Wolves Bangkit Di Kuarter Empat, Kembali Unggul 2-1 Atas Warriors
Stephen Curry Catat 49 Poin, Bawa Warriors Menang Tipis atas Spurs
Nikola Jokic Kokoh di Puncak Perburuan MVP NBA Cup 2025/26
Jalen Williams Comeback, Thunder Perpanjang Rekor Kemenangan di NBA Cup 2025/26