SportlinkNews - Los Angeles Clippers membuat keputusan yang mengejutkan. Mereka mengambil keputusan drastis dengan mengakhiri era Chris Paul, sang "Point God". Ia meninggalkan LA di musim terakhirnya.
Keputusan Clippers itu dirilis pada Rabu dini hari, 3 Desember 2025 waktu setempat, hanya beberapa jam setelah Paul mengunggah pesan singkat namun sarat makna di media sosial.
"Baru saja tahu saya dikirim pulang," tulis pemain 40 tahun itu, menandai akhir yang tak terduga dari musim NBA ke-21-nya.
Baca Juga: Persebaya Waspadai Perkembangan PSM Makassar di Bawah Komando Tomas Trucha
Langkah yang dilakukan Clippers ini mengejutkan banyak pihak. Karena mereka tengah mengalami musim berat dengan rekor 5-16.
Namun, Presiden Operasional Basket, Lawrence Frank memastikan bahwa tim akan bekerja sama dengan Paul untuk mencari langkah karier selanjutnya.
"Chris adalah legenda Clippers. Tidak ada yang menyalahkannya atas performa kami musim ini," ujar Frank. "Namun kami memutuskan untuk berpisah dan mencari solusi yang terbaik bagi kedua pihak."
Baca Juga: Ditinggal Ong Kim Swee, Persik Kediri Pilih Marcos Reina Torres sebagai Pelatih Baru
Paul kembali ke Clippers musim panas lalu dengan kontrak 1 tahun senilai $3,6 juta, membawa harapan untuk memberikan pengalaman, stabilitas, dan mungkin akhir perjalanan yang sentimental di klub yang pernah ia bawa ke puncak Divisi Pasifik.
Namun kenyataannya jauh dari ekspektasi. Cedera demi cedera menumpuk di skuat Tyronn Lue.
Kawhi Leonard baru tampil 10 kali, Bradley Beal absen sepanjang musim akibat operasi pinggul, membuat chemistry tim tidak pernah stabil.
Baca Juga: Dari 1959 ke 2025: Evolusi SEA Games dan Tantangan Terkini di Thailand
Paul sendiri jarang dimainkan, mencatatkan angka terendah sepanjang kariernya, yakni 2,6 poin dan 3,3 assist dalam 14 menit per gim. Dalam perjalanan tandang sebelumnya, ia bahkan tidak diturunkan selama lima pertandingan beruntun.
Laga melawan Miami menjadi penampilan terakhirnya dan ia hanya menyumbang delapan poin, tiga assist, dan ketidakjelasan peran yang semakin lebar.
Reaksi keras
Keputusan Clippers memulangkan Paul dari perjalanan tandang menuai kritik luas. Mantan juara NBA, Danny Green, menyebut perlakuan organisasi kepada Paul sebagai tindakan yang "tidak menghormati seorang legenda".
Baca Juga: Puluhan Tahun Menunggu, Empat Negara Akhirnya Kembali ke Pentas Piala Dunia 2026
"Dia veteran 20 tahun, salah satu point guard terbaik sepanjang masa," ujar Green. "Mengirimnya pulang tanpa komunikasi jelas? Itu buruk bagi organisasi."
Sentimen serupa juga diungkapkan mantan All-Star lainnya seperti Gilbert Arenas, yang menilai keputusan itu mencederai reputasi franchise.
Kekecewaan juga terjadi di sisi penggemar Clippers. Karena keputusan ini menutup babak yang seharusnya menjadi perjalanan terakhir yang penuh nostalgia.
Baca Juga: Apa Kata Conte Usai Napoli Butuh Sudden Death untuk Akhiri Kutukan Coppa Italia
Paul adalah arsitek utama era "Lob City", yang sukses membawa Clippers ke enam musim kemenangan beruntun dan tiga kemenangan seri playoff antara 2011–2017.
Alih-alih mengakhiri kariernya di tempat ia menorehkan jejak terbesar, Paul justru meninggalkan LA dalam situasi penuh tanda tanya.
Artikel Terkait
LeBron Comeback Sensasional: Musim ke-23 Dibuka dengan Rekor Baru di NBA Cup 2025 /26 dan Kemenangan Lakers
James Harden Cetak 55 Poin untuk LA Clippers, Detroit Pistons Raih 12 Kemenangan Beruntun
Kon Knueppel Kokoh di Puncak Rookie Ladder NBA 2025/26, Flagg dan Coward Terus Menekan
Nikola Jokic Kokoh di Puncak Perburuan MVP NBA Cup 2025/26
Jalen Williams Comeback, Thunder Perpanjang Rekor Kemenangan di NBA Cup 2025/26