SportlinkNews - Milwaukee Bucks kembali dihantam kabar buruk.
Bintang utama mereka, Giannis Antetokounmpo, harus meninggalkan pertandingan lebih awal dan dinyatakan tidak akan kembali bermain setelah mengalami masalah fisik pada kuarter pertama laga terbaru Bucks di NBA Cup 2025/26.
Cedera ini memperpanjang daftar gangguan yang dialami sang MVP dua kali dalam dua musim terakhir.
Baca Juga: Maluku Utara Bidik Status Pusat Panjat Tebing Berbasis Alam di Indonesia Timur
Giannis sebelumnya sempat menepi pada Playoff 2024 akibat cedera otot betis kiri, membuat Bucks kehilangan daya saing saat tersingkir oleh Indiana Pacers.
Musim ini pun belum berjalan lebih mulus baginya.
Bintang asal Yunani itu baru tampil dalam pertandingan keempatnya setelah pulih dari cedera otot adductor kiri yang membuatnya absen empat laga, dan Bucks kalah dalam semua pertandingan tanpa kehadirannya.
Baca Juga: PBSI Tunjuk Febriana dan Sabar sebagai Kapten Tim SEA Games, Andalkan Pengalaman dan Kepemimpinan
Kondisi inilah yang membuat kekhawatiran kembali muncul. Giannis bukan sekadar pemain inti; ia adalah fondasi identitas Bucks, terutama dalam transisi dan serangan cepat. Namun bagi rekan-rekannya, cedera Giannis bukan alasan untuk menyerah.
"Kami harus hidup dari pertahanan" kata Kyle Kuzma, yang kini menjadi salah satu figur penting dalam rotasi Bucks. Ia menekankan bahwa kunci untuk bertahan tanpa Antetokounmpo adalah kembali pada prinsip dasar yakni bertahan dengan disiplin.
"Saya pikir saat dia absen beberapa waktu lalu, kami tidak melakukan pekerjaan yang cukup baik di area itu."
Baca Juga: Indonesia Cetak Sejarah, Raih Emas Perdana Open Women Slalom di Kejuaraan Dunia 2025
Bucks sendiri sempat menunjukkan ketangguhan saat bangkit dari defisit 18 poin di laga sebelumnya. Itu menjadi sinyal bahwa tim masih memiliki kapasitas untuk beradaptasi, bahkan ketika harus bermain tanpa sang superstar.
Meski cedera, Giannis tetap memperlihatkan kepemimpinannya. Menurut Bobby Portis, Giannis adalah orang pertama yang mengirim pesan ke grup tim setelah kemenangan dramatis mereka atas Detroit Pistons.
"Yang paling gila adalah Giannis langsung mengirim pesan, 'Bagus, teman-teman, bagus sekali,'" kata Portis.
Baca Juga: Julian Chalias Perpanjang Kontrak hingga 2028, Satria Muda Mantapkan Fondasi Masa Depan
Sikap tersebut mencerminkan betapa besarnya pengaruh Giannis di ruang ganti, tak hanya sebagai mesin poin, rebound, dan assist, tetapi juga sebagai penggerak semangat tim.
Sebelum pertandingan, Giannis berada di posisi keempat NBA dalam perolehan poin (30,6), kelima dalam rebound (10,7), dan ke-17 dalam assist (6,4). Angka-angka itu menunjukkan betapa besar celah yang harus diisi Bucks selama ia absen.
Dengan ketidakpastian mengenai kondisi lanjutan Giannis, Milwaukee harus menemukan keseimbangan baru.
Baca Juga: Tim Bulutangkis Indonesia Bertolak ke Thailand, Langsung Adaptasi Jelang Pertandingan SEA Games 2025
Kuzma, Portis, Damian Lillard, dan para pemain pelapis akan dipaksa untuk mengisi peran lebih besar, baik sebagai pencetak angka maupun pemimpin pertahanan.
Bucks sudah membuktikan bahwa mereka tidak akan runtuh begitu saja. Namun kenyataannya tetap sama, yaitu semakin lama Giannis menepi, semakin berat tantangan yang harus mereka hadapi.
Artikel Terkait
Giannis Antetokounmpo Bocorkan Sepatu Nike Signature Terbarunya
Playoff NBA 2025: Giannis Antetokounmpo Tampil Dominan, Bucks tetap Takluk dari Pacers
Duet mematikan Gary Trent Jr. dan Giannis Antetokounmpo Bawa Bucks Unggul di Gim 3
Rockets Daratkan Kevin Durant, Incar Giannis untuk Duet Mematikan di NBA 2026
Nike Rilis Giannis Freak 7 Light Khaki, Siap Ramaikan Musim NBA Baru