SportlinkNews - Denver Nuggets tengah memasuki fase uji ketahanan sebagai sebuah tim.
Absennya Nikola Jokic karena cedera lutut kiri bukan sekadar kehilangan pemain bintang, melainkan hilangnya poros utama permainan yang selama ini menjadi jangkar seluruh aspek serangan Nuggets.
Tanpa Jokic, Denver praktis dipaksa menjalani realitas yang jarang mereka hadapi, yakni bermain tanpa pengendali ritme, pencetak angka utama, sekaligus kreator peluang.
Baca Juga: Marwan/Aisyah Tersingkir, Habis Sudah Wakil Ganda Campuran Indonesia di Malaysia Open 2026
Dalam beberapa musim terakhir, setiap kali Jokic tidak berada di lapangan, baik karena istirahat singkat maupun cedera, Nuggets kerap terlihat rapuh dan mudah kehilangan arah.
Namun, situasi tak terduga itu justru melahirkan momen yang mengejutkan.
Pada Senin malam waktu setempat, Nuggets mencatatkan salah satu kemenangan paling tidak terduga di musim 2025–26 dengan menumbangkan Philadelphia 76ers lewat babak tambahan waktu.
Baca Juga: Komentar Pelatih Jay Idzes Usai Sassuolo Dibungkam Juventus
Kemenangan tersebut terasa istimewa, mengingat Denver juga kehilangan sejumlah pemain kunci lainnya dan turun dengan rotasi yang jauh dari ideal.
Dalam kondisi normal, skenario seperti itu hampir selalu berujung kekalahan. Tetapi kali ini, para pemain pelapis Nuggets merespons tantangan dengan keberanian.
Mereka mengambil peran yang sebelumnya jarang mereka sentuh, menguasai bola lebih lama, mengambil keputusan krusial, dan bertahan dalam tekanan di menit-menit krusial.
Baca Juga: Solskjaer Masuk Radar Utama Pelatih Sementara Manchester United, Fletcher Buka Suara
Namun tetap saja yang menjadi pertanyaan apakah ini akan menjadi titik balik, atau sekadar keberuntungan semalam saja?
Fakta menunjukkan, Nuggets kini mencatatkan rekor 2–2 sejak Jokic absen. Angka yang belum cukup untuk menyimpulkan apa pun, tetapi cukup untuk membuka diskusi.
Absennya Jokic diperkirakan berlangsung hingga akhir bulan ini. Dampaknya signifikan, terutama mengingat sebelum cedera ia membawa Nuggets bertengger di papan atas Wilayah Barat dan kembali masuk dalam perbincangan kandidat MVP.
Baca Juga: Toyota Tampilkan Wajah Baru Mobil WRC 2026 yang Bakal Ngebut Sepanjang Musim Kejuaraan Dunia Reli
Tanpa kehadirannya, Denver berisiko kehilangan konsistensi dan posisi strategis dalam persaingan playoff.
Pelatih dan staf kepelatihan kini menuntut kontribusi ekstra dari bangku cadangan.
Pemain-pemain yang sebelumnya lebih banyak berperan sebagai pelengkap harus keluar dari zona nyaman, menghadapi situasi yang selama ini hanya mereka amati dari pinggir lapangan.
Baca Juga: Lego Bersiap Luncurkan Set Ferrari F2004 Michael Schumacher yang Ikonik
"Ekspektasi orang-orang rendah terhadap kami," ujar Bruce Brown. "Jadi kami tidak punya apa-apa untuk ditakuti. Tinggal bermain keras dan menikmati basket."
Artikel Terkait
Persaingan Ketat MVP NBA 2025: Nikola Jokic vs Shai Gilgeous-Alexander, Siapa Terbaik?
Nikola Jokic Cetak 61 Poin, Perkuat Kandidat Utama MVP NBA 2025
Siapa MVP NBA 2024/25, Shai Gilgeous-Alexander atau Nikola Jokic?
Nikola Jokic Kokoh di Puncak Perburuan MVP NBA Cup 2025/26
Malam Natal Bersejarah, Nikola Jokic Kian Tak Terkejar di Puncak Kia MVP Ladder