Dari Luka SEA Games, Ana/Trias Bangkit di Malaysia Open 2026 dan Tumbangkan Unggulan Kedua

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 8 Januari 2026 | 21:25 WIB
Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari tampil trengginal di babak 16 besar Malaysia Open 2026. Tundukan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan untuk kali pertama. (PBSI)
Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari tampil trengginal di babak 16 besar Malaysia Open 2026. Tundukan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan untuk kali pertama. (PBSI)

SportlinkNews - Kegagalan di SEA Games 2025 Thailand menjadi pelecut Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari tampil trengginal di babak 16 besar Malaysia Open 2026

Kembali berhadapan dengan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan di tengah dukungan penuh publik Malaysia, ganda putri Indonesia itu justru menampilkan permainan solid sepanjang pertemuan mereka dengan lawan. 
 
Pada pertandingan yang berlangsung Kamis, 8 Januari 2026, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, duet peringkat ke-10 dunia tersebut secara mengejutkan mencatatkan kemenangan penting atas unggulan kedua tersebut. 

Baca Juga: Diguyur Salju Lebat, Hyundai Tunda Tes Mobil WRC Thierry Neuville untuk Reli Monte Carlo

Ana/Trias menang dalam dua gim langsung 26-24 dan 21-17, sekaligus mematahkan dominasi Tan/Thinaah dalam empat pertemuan mereka sebelumnya.

Pertandingan berjalan dalam tensi tinggi sejak awal. Ana/Trias sempat mengendalikan gim pertama, namun pasangan tuan rumah perlahan mengejar hingga situasi berubah menjadi duel ketat. 

Alih-alih bermain aman di momen krusial, wakil Indonesia memilih meningkatkan tempo dan mengambil inisiatif serangan. Keputusan itu terbukti tepat, dua poin penentuan berhasil diamankan untuk mencuri gim pembuka.

Baca Juga: Prestasi Berbuah Pangkat, Atlet TNI SEA Games 2025 Dapat Bonus Ganda dari Negara

Memasuki gim kedua, Ana/Trias tampil lebih percaya diri. Mereka membaca kondisi lapangan dengan lebih baik dan memanfaatkan arah angin untuk mempercepat alur serangan. 

Tekanan bertubi-tubi membuat Tan–Thinaah kesulitan mengembangkan permainan, meski sempat berusaha memperkecil jarak poin. Konsistensi dan ketenangan menjadi kunci hingga match point akhirnya dikonversi menjadi kemenangan.

Meilysa mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan mereka terletak pada disiplin menjalankan strategi, terutama saat situasi mulai tidak menguntungkan.

Baca Juga: Manchester City Nyesak Ditahan Brighton, Erling Haaland Cetak Gol ke-150

Arahan pelatih dari pinggir lapangan membantu mereka tetap fokus dan tidak larut dalam tekanan.

"Di poin-poin krusial kami hanya berusaha menjalankan pola, tidak buru-buru mematikan bola. Fokusnya satu, terus hidupkan shuttlecock sampai benar-benar jatuh," ujar Meilysa.

Febriana menambahkan, sejak awal mereka sudah menyadari atmosfer pertandingan tidak akan mudah. Namun justru tekanan tersebut menjadi bahan bakar untuk tampil lebih berani.

Baca Juga: Reaksi Pemain Barcelona atas Kemenangan Semifinal Piala Super Spanyol, Semua Orang Ingin Final El Clasico

"Kami tahu mereka bermain di kandang sendiri. Jadi sejak awal kami sepakat, di momen penting tidak boleh ragu. Lebih baik mengambil risiko daripada menunggu dan kehilangan kesempatan," katanya.

Kemenangan ini juga menjadi penebusan bagi Ana/Meilysa atas pertemuan-pertemuan sebelumnya, termasuk kekalahan menyakitkan di SEA Games 2025.

Memori tersebut masih tersimpan kuat dan menjadi pemicu untuk tidak mengulang kesalahan serupa.

Baca Juga: Momen Istimewa Ze Valente Catat 100 Penampilan di Liga Indonesia

"Kekalahan di SEA Games kemarin masih teringat, terutama saat kami sudah unggul tapi akhirnya terkejar. Dari situ kami belajar untuk lebih tenang dan konsisten. Hari ini kami mencoba menerapkannya," ucap Ana.

Kemenangan tersebut memastikan langkah Ana/Trias ke babak perempat final turnamen BWF Super 1000 ini. Pada fase delapan besar, mereka akan menghadapi unggulan keenam asal Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee. 

Pasangan Negeri Ginseng itu melaju setelah menundukkan ganda Chinese Taipei, Hu Ling Fang/Jheng Yu Chieh, dengan kemenangan dua gim langsung 21-12 dan 21-9. 

Baca Juga: Bonus Emas (Tunggal) SEA Games 2025 Naik Dua Kali Lipat, Tertinggi Sepanjang Masa

Laga perempat final diperkirakan berlangsung ketat, mengingat pertemuan terakhir kedua pasangan di Denmark Open harus ditentukan lewat tiga gim, sebelum Baek/Lee akhirnya keluar sebagai pemenang.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X