SportlinkNews - Scramento Kings dipastikan akan kehilangan pemain bertahan mereka, Zach LaVine untuk sisa musim NBA 2025-26. LaVine menutup musim lebih cepat setelah ia harus menjalani operasi pada tangan kanannya usai jeda All-Star.
Kabar tersebut pertama kali dikabarkan oleh jurnalis NBA, Chris Haynes, pada Jumat, 13 Februari waktu setempat. Operasi ini menjadi pukulan telak bagi Sacramento yang tengah menjalani musim berat.
Sepanjang musim ini, LaVine tampil dalam 39 pertandingan dengan kontribusi rata-rata 19,2 poin per gim dan akurasi tembakan 47,9 persen.
Baca Juga: Dijegal Atletico Madrid, Hansi Flick Balik Menantang: Kami Bisa Bangkit Kembali
Namun, efektivitas lemparan tiga angkanya berada di bawah 40 persen. Meski demikian, perannya tetap vital sebagai motor serangan Kings.
Absennya LaVine semakin memperburuk situasi Sacramento. Hingga jeda All-Star, Kings mencatat rekor 12-44, jadi yang terburuk di liga. Dan kini, mereka harus melanjutkan sisa musim tanpa salah satu opsi ofensif utama mereka.
Dari sisi kontrak, LaVine tengah menjalani tahun keempat dari kesepakatan lima musim senilai 215 juta dolar AS.
Baca Juga: Data dan Fakta Menarik di Balik Kemenangan Tandang AC Milan atas Pisa
Ia memiliki opsi pemain pada offseason mendatang, yakni bertahan dengan nilai sekitar 48,9 juta dolar AS atau melepas opsi tersebut dan masuk pasar agen bebas.
Cedera ini bukan hanya memengaruhi langkah Kings di sisa musim, tetapi juga berpotensi menentukan arah masa depan LaVine bersama Sacramento
Kabar lainnya datang dari legenda NBA, Chris Paul. Jumat waktu setempat, ia resmi mengumumkan pensiun setelah menjalani 21 musim di liga basket terbaik dunia.
Baca Juga: Pisa vs AC Milan: Gol Luka Modric Selamatkan Rossoneri dari Ancaman Pisa
Keputusan tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya, menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu point guard terbaik sepanjang masa.
Dalam pernyataannya, Paul mengaku diliputi rasa bahagia sekaligus syukur saat menutup bab sebagai pemain NBA. Ia menyebut basket akan selalu menjadi bagian dari hidupnya.
"Setelah lebih dari 21 tahun, saya meninggalkan dunia bola basket. Sulit untuk benar-benar mengetahui apa yang harus saya rasakan, tetapi sebagian besar saya dipenuhi dengan begitu banyak kegembiraan dan rasa syukur," tulis Chris Paul.
"Meskipun bab sebagai 'pemain NBA' telah berakhir, permainan bola basket akan selamanya tertanam dalam DNA hidup saya."
Pemain yang 12 kali terpilih sebagai All-Star itu menghabiskan lebih dari setengah hidupnya di NBA.
Dalam perjalanan kariernya yang membentang tiga dekade, Paul dikenal sebagai sosok pemimpin di lapangan, figur yang vokal, kompetitif, dan tak pernah ragu memikul tanggung jawab besar.
Baca Juga: Tak Tersentuh! Pelita Jaya Jaga Rekor 8-0, Agassi Masuk 1.000 Points Club
Secara statistik, Paul menutup kariernya dengan capaian luar biasa. Ia menempati peringkat kedua sepanjang masa NBA dalam kategori assist dan steal. Sebuah bukti konsistensi dan kecerdasannya mengatur permainan.
Reputasinya sebagai floor general elite menjadikannya salah satu point guard paling berpengaruh di generasinya.
"Bermain basket untuk mencari nafkah adalah berkah yang luar biasa yang juga datang dengan banyak tanggung jawab. Saya menerima semuanya, yang baik dan yang buruk," ucapnya.
Baca Juga: Mahal tapi Belum Maksimal, Performa Eze Disorot Usai Diganti di Babak Pertama
Artikel Terkait
Kings League Italia dan Lega Serie A Jalin Kemitraan Global
Menang Atas Sacramento Kings, Selangkah Lagi Dallas Mavericks ke Playoff NBA 2024/2025
Edwards Meledak, Timberwolves Bantai Kings 144-117 di NBA Cup 2025/26
"Point God" Dipulangkan, Chris Paul Resmi Berpisah dengan Clippers
Stephen Curry Beri Penghormatan untuk Chris Paul Lewat Jordan CP3.VII