Cavaliers Diburu Tekanan Besar Jelang Gim 3 Kontra Knicks

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:00 WIB
Jalen Brunson yang tampil luar biasa di Gim 1 Final Wilayah Timur melawan Cavaliers. Knicks sementara unggul 1-0. (Imgn Image)
Jalen Brunson yang tampil luar biasa di Gim 1 Final Wilayah Timur melawan Cavaliers. Knicks sementara unggul 1-0. (Imgn Image)

SportlinkNews - Cleveland Cavaliers menghadapi tekanan besar saat menjamu New York Knicks pada Gim 3 Final Wilayah Timur NBA 2026, Sabtu, 23 Mei waktu setempat.

Tertinggal 0-2 dalam seri, Cavaliers kini berada di titik krusial untuk menjaga peluang tetap hidup sebelum situasi berubah semakin rumit.

Berbeda dengan dua putaran sebelumnya, kali ini Cleveland menghadapi Knicks yang sedang berada dalam performa terbaiknya.

Baca Juga: John Herdman Enggan Umbar Janji Juara di Piala AFF 2026

Tim asal New York itu datang dengan modal sembilan kemenangan beruntun di playoff dan tampil sangat efisien di kedua gim awal seri.

Bahkan, dalam 12 pertandingan playoff sejauh ini, Knicks mencatat margin kemenangan rata-rata 18,4 poin per gim, angka yang berpotensi menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah playoff NBA.

Di sisi lain, Cavaliers sebenarnya tidak bermain buruk sepenuhnya. Mereka justru beberapa kali mampu menciptakan peluang tembakan berkualitas tinggi.

Baca Juga: Unggul Finansial dari Barcelona, Real Madrid Siap Angkut Alessandro Bastoni

Masalahnya, banyak peluang terbuka gagal dikonversi menjadi poin, terutama dari garis tripoin.

Beberapa shooter utama seperti James Harden, Sam Merrill, Dennis Schroder, Max Strus, hingga Jaylon Tyson masih kesulitan menemukan ritme tembakan terbaik mereka.

Berdasarkan kualitas peluang yang didapat, Cleveland seharusnya mampu mencatat akurasi sekitar 38 persen dari tripoin dalam dua gim pertama. Namun realisasinya hanya 23 persen.

Baca Juga: Real Madrid Kepincut untuk Merekrut Dusan Vlahovic dari Juventus

Situasi itu membuat Cavaliers kehilangan momentum penting, termasuk saat membuang keunggulan 22 poin pada Gim 1.

Kini, efektivitas serangan menjadi pekerjaan rumah utama bagi pelatih Cleveland menjelang Gim 3.

Selain akurasi tembakan, perhatian juga tertuju pada peran Evan Mobley.

Baca Juga: Ini Dia Tiga Nama Calon Pengganti Giorgio Furlani di AC Milan

Forward muda Cavaliers itu sempat tampil agresif pada babak pertama Gim 2 dengan mencetak 14 poin dan dua tripoin cepat. Namun, performanya langsung meredup setelah jeda.

Mobley bahkan tidak melepaskan satu pun tembakan pada babak kedua Gim 2.

Padahal, Cavaliers sangat membutuhkan agresivitasnya di area paint untuk membongkar pertahanan Knicks yang mulai fokus menutup ruang tembak para shooter Cleveland.

Baca Juga: Michael Carrick Resmi Perpanjang Kontrak sebagai Pelatih Kepala Manchester United Hingga 2028

Sepanjang seri ini, produktivitas Mobley di area dalam juga mengalami penurunan signifikan dibanding dua putaran sebelumnya.

Cleveland berharap Mobley kembali tampil dominan melalui drive, post-up, maupun serangan ke ring agar beban ofensif tidak hanya bertumpu pada permainan perimeter.

Sementara itu, tantangan terbesar Cavaliers tetap datang dari Jalen Brunson. Guard andalan Knicks tersebut terus menjadi pusat permainan New York, baik sebagai pencetak angka maupun kreator serangan.

Baca Juga: Jean Paul Van Gastel Perpanjang Kontrak dengan PSIM Hingga 2027

Setelah tampil eksplosif pada Gim 1, Brunson justru semakin berbahaya di Gim 2 ketika Cavaliers mencoba lebih agresif menekan penguasaan bolanya. Strategi tersebut malah membuka ruang bagi pemain Knicks lainnya untuk berkembang.

Brunson menutup Gim 2 dengan rekor assist playoff tertinggi dalam kariernya, yakni 14 assist. Sementara empat starter Knicks lainnya tampil sangat efisien dengan total 77 poin.

Kondisi itu membuat Cavaliers kini berada dalam dilema taktik.

Baca Juga: Herdman Ubah Pola Main Timnas Indonesia demi Piala Dunia 2030

Mereka harus memilih antara kembali membiarkan Brunson bermain satu lawan satu atau tetap melakukan double team dengan risiko memberi ruang tembak lebih besar kepada pemain Knicks lainnya seperti Mikal Bridges, OG Anunoby, dan Karl-Anthony Towns.

Apa pun pilihannya, Cleveland tak punya banyak waktu untuk mencari jawaban. Jika kembali kalah di Gim 3, Cavaliers akan masuk ke situasi 0-3, defisit yang belum pernah berhasil dibalikkan oleh tim mana pun dalam sejarah playoff NBA.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: nba.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X