SportlinkNews - Madison Square Garden menjadi saksi salah satu malam paling luar biasa dalam sejarah Final NBA.
Ketika sebagian besar penonton mulai kehilangan harapan setelah melihat tim kesayangan mereka tertinggal jauh, New York Knicks justru menulis kisah yang akan dikenang selama puluhan tahun.
Knicks bangkit dari situasi yang nyaris mustahil untuk menundukkan San Antonio Spurs 107-106 pada Gim 4 Final NBA 2026, Rabu 10 Juni waktu setempat.
Baca Juga: Igor Tolic Sambut Positif Laga Persib di ASEAN Club Championship 2026/27
Kemenangan dramatis itu tidak hanya membawa New York unggul 3-1 dalam seri best-of-seven, tetapi juga menempatkan mereka hanya selangkah lagi dari gelar juara pertama sejak 1973.
Malam itu tidak diawali dengan cerita indah bagi tuan rumah. Spurs tampil seperti tim yang siap menyamakan kedudukan sekaligus mengambil alih momentum final.
Serangan mereka mengalir tanpa hambatan, tembakan tiga angka berjatuhan dari berbagai sudut, dan pertahanan Knicks tampak kewalahan menghadapi intensitas permainan lawan.
Baca Juga: Ernando Ari Bertahan di Persebaya, Tegaskan Ambisi Pribadinya untuk Bajul Ijo
San Antonio bahkan sempat membuka jarak hingga 29 poin, termasuk keunggulan 41-22 pada akhir kuarter pertama.
Saat Julian Champagnie memasukkan tembakan tiga angka yang membuat Spurs unggul 57-32, suasana arena mulai sunyi. Banyak yang mengira pertandingan telah selesai bahkan sebelum memasuki babak kedua.
Victor Wembanyama menjadi motor permainan Spurs sepanjang paruh pertama.
Baca Juga: Borneo FC Cuci Gudang, Bongkar Skuat dan Tunjuk Mauro Jeronimo sebagai Pelatih Baru
Bintang muda asal Prancis itu memimpin timnya dengan dominasi di kedua sisi lapangan, sementara rekan-rekannya sukses menjaga akurasi tembakan jarak jauh pada level yang sangat tinggi.
Namun, Final NBA selalu memiliki ruang untuk keajaiban.
Memasuki babak kedua, wajah Knicks berubah total. Mereka bermain dengan energi yang jauh lebih besar, memperketat pertahanan, dan mulai memaksa Spurs melakukan kesalahan demi kesalahan.
Baca Juga: Manchester United Lepas Jadon Sancho dengan Status Bebas Transfer
Perlahan namun pasti, selisih skor yang semula tampak mustahil untuk dikejar mulai menyusut.
Jalen Brunson menjadi jantung kebangkitan New York. Guard andalan Knicks itu terus menyerang pertahanan Spurs dan mengumpulkan 36 poin.
Setiap kali timnya membutuhkan momentum, Brunson hadir dengan tembakan atau penetrasi penting yang membuat Madison Square Garden kembali hidup.
Baca Juga: Konsisten Lolos Sejak 2002, Pelatih Murat Yakin Tegaskan Kualitas Skuad Swiss
Di sisi lain, OG Anunoby tampil tidak kalah gemilang dengan sumbangan 33 poin. Ia menjadi sosok yang terus menjaga Knicks tetap berada dalam jangkauan ketika Spurs berusaha mempertahankan keunggulan.
Perubahan terbesar terjadi pada kuarter ketiga. Setelah tampil sangat tajam di dua kuarter awal, Spurs kehilangan ritme serangan mereka. Knicks memanfaatkan situasi tersebut dengan sempurna dan mendominasi permainan.
San Antonio hanya mampu mencetak 14 poin di kuarter itu, sementara New York terus memangkas ketertinggalan hingga memasuki kuarter terakhir dengan harapan yang kembali menyala.
Baca Juga: Scott McTominay Sebut Laga Skotlandia Kontra Brasil Bakal Berjalan Spesial
Atmosfer di dalam arena berubah drastis. Dari rasa frustrasi menjadi keyakinan bahwa sesuatu yang spesial sedang terjadi.
Meski demikian, Spurs masih memiliki peluang besar untuk mencuri kemenangan. Stephon Castle sempat mengembalikan keunggulan San Antonio melalui dua lemparan bebas saat waktu pertandingan tinggal 30 detik.
Namun Knicks belum selesai.
Baca Juga: Scott McTominay Sebut Laga Skotlandia Kontra Brasil Bakal Berjalan Spesial
Artikel Terkait
Spurs ke Final NBA, Wembanyama Kenang Peran Besar Gregg Popovich
Final NBA 2026: Akhir Penantian 53 Tahun Knicks atau Awal Dinasti Baru Spurs?
Final NBA 2026: Knicks Bangkit dari Defisit 14 Poin, Unggul 1-0 atas Spurs
Turnover dan Tembakan Meleset Wembanyama Bawa Knicks Unggul 2-0 di Final NBA
Wembanyama Menggila, Spurs Pangkas Ketertinggalan dari Knicks di Final NBA