"Kredit untuk Dewa United yang bermain di dua kompetisi dengan baik. Karena itu jelas menguras tenaga. Mereka tim yang kuat dan membuat kami harus berusaha lebih keras lagi di semifinal untuk menumbangkan mereka," ujar Singleton.
Ia juga mengakui bahwa kekalahan Pelita Jaya pada Game 1 menjadi titik balik yang membuat timnya tampil lebih fokus pada laga-laga berikutnya.
Di sisi lain, bintang lokal Dewa United sekaligus peraih penghargaan IBL Local MVP 2026, Rio Disi, memilih menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung yang terus setia mengawal perjalanan tim hingga akhir musim.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Nah, Lihat Tuh Jerman dan 39 Peserta Lainnya...
"Pertama-tama, terima kasih atas dukungannya. Pertandingan ini sudah berakhir dan kami sudah memberikan yang terbaik," kata Rio.
Meski gagal mengulang kesuksesan musim lalu, perjalanan Dewa United Banten tetap meninggalkan cerita tentang daya juang dan ketangguhan menghadapi berbagai rintangan.
Dari badai cedera, pergantian pemain asing, hingga tuntutan tampil di dua kompetisi sekaligus, Anak Dewa mampu bertahan sebagai salah satu tim terbaik Indonesia sebelum akhirnya langkah mereka terhenti di gerbang final.
Artikel Terkait
Semifinal IBL 2026 Siap Sajikan Duel Panas, Hornbills Tantang Satria Muda
Semifinal IBL 2026: Satria Muda Kena Alarm Semifinal, Djordje Soroti Permainan Terlalu Lunak.
Semifinal IBL 2026: Luka Lama Belum Terbalas, Dewa United Curi Kemenangan di Kandang Pelita Jaya
Satria Muda Kandas di Semifinal, Bogor Hornbills Pastikan Tempat di Final IBL 2026
Revans Tuntas! Pelita Jaya Singkirkan Dewa United dan Melaju ke Final IBL 2026