Withey turut memberikan kontribusi besar melalui 20 poin dan 10 rebound, sementara Moten menambahkan 17 poin yang sebagian besar lahir pada momen kebangkitan tim.
"Saya membuat beberapa kesalahan, tetapi pelatih tetap memberikan kepercayaan. Kami bersyukur bisa memenangkan pertandingan ini, namun untuk Gim 2 kami harus tampil lebih baik," kata Buford seusai laga.
Di kubu Hornbills, kekalahan ini terasa menyakitkan mengingat mereka sempat berada di ambang kemenangan.
Baca Juga: Sassuolo dan Serie A Berikan Dukungan Moral untuk Ismael Kone
Thibodeaux dan Branch sama-sama mencetak 22 poin, sementara Kaleb Wesson menyumbang 14 poin. Antoni Erga dan M. Fhirdan Maulana Guntara juga menembus dua digit angka.
Meski gagal mencuri kemenangan, penampilan Hornbills menunjukkan bahwa final pertama dalam sejarah klub bukan sekadar pelengkap.
Mereka mampu memberi tekanan besar kepada juara bertahan dan membuktikan bahwa persaingan perebutan gelar musim ini masih sangat terbuka.
Baca Juga: MotoGP Mandalika Tak Sekadar Balapan, Erick Soroti Efek Ekonomi Rp4,96 Triliun
Kemenangan dramatis tersebut membuat Pelita Jaya unggul 1-0 dalam seri final. Kedua tim akan kembali bertemu pada Gim 2 yang digelar Minggu, 21 Juni, masih di kandang PJ, dalam laga yang berpotensi kembali berlangsung panas.
Artikel Terkait
Revans Tuntas! Pelita Jaya Singkirkan Dewa United dan Melaju ke Final IBL 2026
Dari Gagal Playoff ke Final IBL 2026, Hornbills Wujudkan Transformasi Luar Biasa
Pelita Jaya Waspadai Konsistensi Bogor di Final IBL 2026
Pelita Jaya Cari Cara Redam Tibideaux di Final IBL 2026
Jelang Final IBL 2026: Dari Peringkat 10 ke Final, Hornbills Tolak Label Tim Kejutan