Borneo ingin agar musim 2024 menjadi kebangkitan mereka. Di mana manajemen rela merogoh kocek lebih dalam untuk memperkuat tim. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Borneo tidak pernah menang dalam dua pekan, dan akhirnya Tondi mundur dari jabatan pelatih kepala pada 24 Januari 2024.
Coach Tondi menjadi pelatih pertama yang tidak bisa melanjutkan perjalanannya di musim ini.
Baca Juga: PSIS Semarang Akhirnya Rekrut Evandro Brandao untuk Gantikan Sudi Abdallah yang Cedera
Andika Supriadi Saputra - Amartha Hangtuah Jakarta
Andika Supriadi Saputra masuk ke Hangtuah di awal musim ini. Harapannya, bisa mengembalikan performa Hangtuah lebih baik lagi, sepeninggalan Antonius Ferry Rinaldo.
Namun ternyata, Hangtuah masih kesulitan dalam persaingan liga yang semakin sengit. Hangtuah bahkan sudah melakukan pergantian pemain asing, namun performa mereka tak kunjung membaik.
Baca Juga: Arema FC Penuhi Kuota Pemain Asing Liga 1 dengan Menghadirkan Gelandang Bertahan asal Brasil
Dalam 11 pekan yang dilalui, Hangtuah hanya menang enam kali dari 15 pertandingan. Ironisnya lagi, mereka hanya sekali memenangkan laga berturut-turut. Itu terjadi di bulan Januari lalu.
Setelah itu, Hangtuah tidak konsisten dalam menjalani musim kompetisi hingga bulan Mei, sehingga manajemen memutuskan mengganti pelatih.
Andika menjadi pelatih kedua yang tidak bisa melanjutkan musim kompetisi hingga akhir.
Baca Juga: Ini Dia, Tiga Pelatih Pengganti yang Sukses di Kompetisi IBL 2024
Manuel Pena Garces - Satria Muda Pertamina Jakarta
Pada bulan Mei, tidak hanya Hangtuah yang melakukan pergantian pelatih. Tim sekelas Satria Muda juga melakukan hal yang sama dengan melepas Manuel Pena Garces.
Pelatih asal Spanyol tersebut tidak sesuai ekspektasi karena hanya mencetak rekor 9-6 hingga pekan ke-11.
Artikel Terkait
Peraih 2 Medali Emas Indonesia Ikut Defile Closing Ceremony Olimpiade Paris 2024
Bernard van Aert Bangga Bisa Berjuang Membela Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Diguyur Bonus Rp6 Miliar, Ini yang Dilakukan Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah
Seri 3 Kejurnas Slalom Yogyakarta Toyota Gazoo Racing Indonesia Jaga Tren Positif