SportlinkNews - Tiga musim berakhir sebagai semifinalis, akhirnya penantian panjang Dewa United Banten terbayarkan malam ini, Minggu, 20 Juli 2025.
Mereka keluar sebagai juara baru IBL GoPay 2025, usai menang tipis 74-73 di Gim 3 The Finals melawan Pelita Jaya.
Lebih fantastis lagi, kemenangan tipis ini ditorehkan mereka di kandang lawan, GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta.
Di laga final yang menggunakan format "best of three" ini, Dewa sempat kehilangan muka ketika dikandaskan di kandangnya sendiri Dewa United Arena, dengan skor telak 44-97.
Namun, Dewa United sukses membalasnya. Pada Gim kedua, Sabtu, 19 Juli kemarin, giliran tuan rumah Pelita Jaya Jakarta yang dipermalukan Dewa United dengan skor 75-80. Berkat kemenangan tersebut, Dewa United Banten berhasil menyamakan kedudukan dengan skor 1-1 dan berlanjut di partai penentuan ini.
Ini menjadi sejarah baru IBL, karena Dewa United mencatatkan gelar juara IBL untuk pertama kalinya.
Dalam pertandingan penentuan ini, Dewa United membuka laga dengan keunggulan cepat 9-2. Namun, Pelita Jaya tak tinggal diam dan mampu menyamakan kedudukan.
Ketatnya laga dari kuarter pertama ini tercermin dari skor kuarter pertama yang berakhir imbang 20-20.
Pelita Jaya sempat unggul tipis 36-34 saat paruh pertama usai. Tapi mereka gagal menemukan cara untuk menghentikan dominasi Jordan Adams, yang tampil panas sejak awal dan mencetak 16 poin hanya di dua kuarter pertama, dan di sisi lain, pertahanan Dewa United pun juga solid, mampu menekan produktivitas Pelita Jaya.
Memasuki kuarter ketiga, Adams masih menjadi momok menakutkan. Namun, momentum mulai berubah lima menit terakhir.
Anthony Beane memicu kebangkitan Pelita Jaya dengan lima poin krusial, kemudian dilanjutkan oleh Andakara Prastawa Dhyaksa membalikkan keadaan lewat tembakan tiga angka yang membawa Pelita Jaya unggul 51-48.
Atmosfer di Soemantri pun memanas saat Jeffree Withey melakukan dunk keras. Prastawa kembali mencetak three point penting di detik akhir kuarter ketiga, membawa Pelita Jaya unggul 58-52, ini margin terbesar mereka sejauh ini.
Pelita Jaya melanjutkan laju apik mereka di awal kuarter keempat dengan torehan 8-2, memperlebar keunggulan menjadi 66-54. Dewa United terlihat kehilangan arah, tetapi semangat kembali menyala setelah Jordan Adams dan Lester Prosper mencetak back-to-back three points.
Skor pun kembali menipis menjadi 65-70 dengan lima menit tersisa. Pertahanan Dewa United yang apik pada akhirnya yang menjadi penahan Pelita Jaya.
Juara bertahan itu dibuat tanpa poin selama lebih dari dua menit. Adams kembali jadi penentu, mencetak dua poin krusial dan memaksa Pelita Jaya melakukan turnover shot-clock violation.
Dengan hanya dua detik tersisa, Adams membuat keputusan cerdas dengan sengaja gagal dalam satu free throw untuk menghabiskan waktu untuk memastikan kemenangan.
"Tidak bisa berkata-kata. Senang sekali, karena kami berhasil menjadi juara. Up and down banget musim ini, dan akhirnya kami bisa menjadi juara," ujar forward Dewa United, Kaleb Ramot Gemilang.
Kemenagan ini baginya berarti. Karena itu artinya dia menjadi pemain satu-satunya sejauh ini yang sukses menjadi juara IBL tiga kali di tiga tim yang berbeda, CLS Knight, Pelita Jaya, dan Dewa United ini.
Di laga ini, Jordan Adams tampil sebagai pahlawan dengan mencetak 40 poin, delapan rebound, tiga steal, dan dua assist, membawa Dewa United meraih kemenangan dan gelar juara perdana mereka. Joshua Ibarra turut menyumbang double-double dengan 13 poin dan 13 rebound.
Sayangnya, gelar MVP Final tidak jauh ke tangan Adams, tetapi justru diberikan kepada Joshua Ibarra karena efisiensi tiga gim.