SportlinkNews - Timnas Basket Indonesia terus mematangkan persiapan menuju SEA Games 2025 Thailand di akhir tahun ini.
Pelatih kepala, David Singleton, memastikan skuatnya akan menjalani training camp di Australia pada Oktober mendatang untuk mengasah kekompakan dan kualitas permainan.
"Ya, kita akan pergi ke Australia. Kami tidak sabar menghadapi beberapa tim terbaik di sana, seperti NBL1, sekaligus menguji bagaimana tim ini bisa bersaing menghadapi pemain-pemain dengan postur tinggi," kata Singleton saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 September lalu.
Baca Juga: Hendra Setiawan Turun Gunung, Borong Dua Gelar di BWF World Senior Championships 2025
Sebelum menuju Australia, Singleton akan melakukan pemangkasan pemain. Mengingat pihaknya tidak akan membawa 24 pemain yang saat ini berada dalam pemusatan latihan di Jakarta.
"Pemangkasan, ya mungkin sebelum ke Australia. Karena kami memiliki banyak pemain sekarang, dan kami tidak bisa membawa ke Australia semua, jadi akan ada cut off sebelum pertengahan Oktober nanti," tegasnya.
Bukan hanya sekali, pemangkasan final akan dilakukan setelah TC ke luar negeri tepat sebelum skuat inti Timnas Basket Indonesia menuju Thailand akhir tahun nanti.
Baca Juga: Ricky Hatton Berpulang, Karier Gemilang Sang ‘Hitman’ Abadi di Dunia Tinju
"Jadi akan ada dua kali tahapan pemangkasan pemain. Nantinya dari pemangkasan kedua, hanya akan tersisa 12 pemain terbaik yang dibawa ke Thailand," ucap Singleton.
Dalam daftar sementara, diakui pelatih Pelita Jaya tersebut, hanya ada satu nama pemain naturalisasi, yakni Dame Diagne, pebasket kelahiran Senegal yang sudah berstatus WNI sejak sebelum berusia 16 tahun.
"Persiapan berjalan sangat baik dengan latihan yang kompetitif. Memilih 12 pemain terbaik tentu bukan proses yang mudah, tetapi kami akan sampai pada tahap itu," kata mantan Pelatih Prawira Bandung itu
Baca Juga: Memphis Depay Pecahkan Rekor Top Skor Belanda, PUMA Luncurkan MD51 ULTRA Edisi Terbatas
"Saya menyukai apa yang saya lihat sejauh ini dan antusias dengan apa yang bisa kami capai di masa depan," ujar Singleton menambahkan lagi.
Soal peluang emas yang dicanangkan PP Perbasi, Singleton meski menginginkan bisa membawa pulang emas, tetapi ia tetap melihat secara realistis.
Ia menilai Filipina tetap menjadi lawan terkuat di Asia Tenggara, ditambah Thailand yang akan tampil sebagai tuan rumah.
Baca Juga: LavAni Bungkam Perumda, Sapu Bersih Set di Putaran Pertama Livoli 2025
"Semua orang menetapkan target. Tapi bagi saya, saya tidak tahu apakah kami akan jadi tim paling berbakat, kita akan lihat nanti," imbuhnya.
"Namun kalau kami bisa mengumpulkan talenta, sistem, dan detail yang kami miliki, saya pikir kami punya kesempatan melawan siapa saja," tegas Singleton kemudian.
Mengenai isu naturalisasi, Singleton menegaskan belum ada informas masih perubahan peraturan dari pihak penyelenggara. Sehingga, menurutnya tidak ada rencana tambahan.
'Sepertinya tidak untuk saat ini. Informasi yang kami dapat dari Thailand, juga tidak ada naturalisasi. Jadi semuanya pemain lokal, dan saya suka itu," tuturnya.