Meski demikian, pemilihan kota penyelenggara tidak dilakukan sembarangan. IBL tetap mengedepankan sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan infrastruktur, kapasitas arena, hingga tingkat antusiasme masyarakat terhadap basket.
Bandung, menurutnya, akan menjadi 'benchmark' bagi kota-kota penyelenggara selanjutnya.
Untuk edisi tahun ini, Bandung dipilih sebagai tuan rumah IBL All-Star 2026. Keputusan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah yang dinilai sangat aktif dalam menyukseskan acara.
Baca Juga: Gagal Menang Lawan Dewa United, Mauricio Souza Fokus Benahi Kinerja Persija Jelang Pekan ke-26 Super League
"Bandung kami pilih karena dukungan pemerintah kotanya sangat besar. Bahkan mereka menyiapkan berbagai kegiatan pendukung seperti Bandung Basket Festival," ujarnya.
Tak hanya pertandingan utama pada 11 April, rangkaian acara sudah dimulai sejak awal bulan.
Berbagai aktivitas seperti festival basket di balai kota, aktivasi di Car Free Day, hingga kegiatan di pusat perbelanjaan disiapkan untuk mendekatkan IBL dengan masyarakat.
Baca Juga: Dibungkam Lazio, Allegri Diminta Selesaikan Krisis Kepribadian di AC Milan
Konsep ini diharapkan menjadi cetak biru bagi kota-kota lain yang ingin menjadi tuan rumah di masa mendatang, seperti Jakarta, Surabaya, atau daerah lainnya.
IBL menekankan pentingnya kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah agar dampak penyelenggaraan tidak hanya terasa saat pertandingan, tetapi juga berkelanjutan.
"Bukan hanya pertandingan yang kami bawa, tetapi juga dampaknya. Kami ingin setelah All-Star, antusiasme basket di kota tersebut semakin meningkat," ujarnya.
Baca Juga: Fokus Persiapan FIFA Series 2026, Beckham Putra Rela Tunda Mudik dan Libur Lebaran
Di sisi lain, IBL juga mempertimbangkan kondisi pemain yang harus menjalani jadwal padat, termasuk kompetisi lain, Basketball Champions League Asia-East 2026 yang akan diikuti Dewa United Banten, yang berdekatan dengan All-Star.
Meski demikian, liga tetap berharap para pemain dapat berpartisipasi karena ajang ini merupakan hasil pilihan langsung dari para penggemar.
"All-Star ini memang untuk fans. Kami akan tetap menghormati kondisi pemain, tetapi harapannya mereka bisa tetap tampil."
Baca Juga: MotoGP Brasil: Uji Keterampilan dan Nyali Pembalap di Trek Baru Goiania
Dengan konsep yang lebih inklusif dan melibatkan banyak pihak, IBL optimistis All-Star ke depan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan basket di berbagai daerah Indonesia.