SportlinkNews - Pelaksanaan IBL All Star 2026, Sabtu malam, 11 April 2026 mendapat respons positif.
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menilai seluruh rangkaian acara tahun ini berjalan lancar dan mampu memenuhi target yang telah ditetapkan sejak awal.
"Alhamdulillah sesuai ekspektasi. Rangkaian kegiatannya panjang, dari program satu bulan, aktivitas di sekolah, sampai pertandingan hari ini yang sangat menghibur dan intens," ujar Junas di Bandung Arena.
Baca Juga: Bojan Hodak Puji Mental Persib usai Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain
Ia menegaskan, kesuksesan All Star tidak hanya ditentukan oleh pertandingan puncak, tetapi juga oleh rangkaian kegiatan yang telah dimulai jauh sebelumnya.
Program-program pendukung seperti aktivasi di sekolah hingga berbagai event komunitas dinilai berhasil membangun antusiasme publik.
Junas menambahkan, pembaruan konsep menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik kompetisi.
Baca Juga: Indonesia Finis Runner Up Zona 1 Asia/Oceania, Amankan Tiket Playoff Billie Jean King Cup 2026
Sejumlah format baru yang diperkenalkan, termasuk duel satu lawan satu serta elemen hiburan, dinilai mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton.
"Mereka ingin membuktikan layak mendapat tempat dan apresiasi. Itu terlihat dari permainan yang ketat dengan skor tinggi," katanya.
Tim Yudha Saputera menutup laga puncak IBL All Star 2026 dengan kemenangan meyakinkan usai mengatasi perlawanan Tim Andakara Prastawa 117-106.
Baca Juga: Imigrasi Siapkan Layanan Khusus Atlet Asing, Dukung Event Olahraga Internasional di Indonesia
Berbeda dari edisi sebelumnya, format baru membuat pertandingan berlangsung sengit dan berimbang hingga menit-menit akhir.
Sementara itu, Yudha Saputera yang mendapatkan "Best Lokal Performance" mengaku menikmati jalannya pertandingan yang berlangsung kompetitif dengan atmosfer yang meriah.
"Yang penting bisa menikmati permainan dan memberikan tontonan yang seru. Atmosfernya luar biasa, sangat terasa dukungan penonton," ujarnya.
Baca Juga: Bungkus Kemenangan atas Semen Padang FC, Persis Solo Mulai Lepas dari Zona Degradasi
Ia menilai suasana di Bandung memberikan kesan tersendiri bagi para pemain. Menurutnya, dukungan suporter membuat pertandingan terasa lebih bergengsi.
Penyelenggaraan tahun ini juga mencatat kehadiran sekitar 4.600 penonton di Bandung Arena.
Angka tersebut menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap bola basket, sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga tersebut di Indonesia.