basket

Harden Ambil Alih, Cavaliers Balik Tekan Pistons dan Unggul 3-2

Jumat, 15 Mei 2026 | 09:42 WIB
James Harden membantu membawa Cavaliers meraih kemenangan di babak perpanjangan waktu pada Gim 5, dengan mencatatkan 30 poin, 8 rebound, dan 6 assist. (NBA/Getty Images)

SportlinkNews - Cleveland Cavaliers akhirnya menemukan cara menang di momen paling menentukan musim ini.

Setelah terus kesulitan tampil meyakinkan di laga tandang sepanjang playoff, Cavaliers justru berhasil mencuri kemenangan paling penting mereka saat tekanan mencapai titik tertinggi.

Kemenangan dramatis atas Detroit Pistons pada Gim 5 semifinal Wilayah Timur membuat Cleveland kini unggul 3-2 dalam seri playoff NBA 2026.

Baca Juga: Fans Manchester United Terseksi Pamer Seragam Kandang Baru di Old Trafford, Bruno Fermandes Beri Kode Like

Lebih dari sekadar kemenangan, hasil ini memperlihatkan perubahan mentalitas Cavaliers yang sebelumnya kerap goyah dalam situasi krusial.

Menariknya, kemenangan tersebut hadir saat Donovan Mitchell justru menjalani salah satu malam terburuknya di postseason.

Bintang utama Cavaliers itu kesulitan menemukan akurasi tembakan dan hanya memasukkan satu tripoin sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Manchester City Kembali Kuasai Persaingan Pemain Muda Terbaik Premier League

Namun Cleveland tetap mampu bertahan hingga overtime sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan penting di kandang Detroit.

Di tengah buruknya performa Mitchell, James Harden justru tampil sebagai pembeda.

Guard senior itu mengambil alih tanggung jawab serangan Cavaliers ketika pertandingan memasuki momen-momen penentuan.

Baca Juga: Chelsea Tatap Final Piala FA di Tengah Tekanan, McFarlane Tetap Percaya Diri

Harden mencetak 30 poin, terus memaksa Pistons melakukan pelanggaran, serta beberapa kali menghasilkan poin penting saat Cleveland mulai kehilangan ritme permainan.

"Itulah alasan utama kami merekrutnya. Kedewasaan, ketenangan, dan ketegasan seperti itu yang dibutuhkan tim kami," kata pelatih Cavaliers, Kenny Atkinson.

Harden bukan tampil tanpa cela. Ia tetap melakukan enam turnover sepanjang pertandingan. Namun pengalaman dan keberaniannya mengambil keputusan besar membuat Cleveland mampu bertahan di tengah tekanan.

Baca Juga: Fokus Hadapi Burnley, Mikel Arteta Belum Ingin Membahas Peluang Juara Arsenal

Kehadiran Harden juga menjadi jawaban atas ketergantungan Cavaliers terhadap Mitchell sepanjang playoff. Ketika Mitchell kesulitan, Cleveland kini memiliki sosok lain yang siap mengambil alih permainan.

Selain Harden, Max Strus juga menjadi faktor penting dalam kebangkitan Cavaliers.

Pemain yang masuk dari bangku cadangan itu tampil agresif di kedua sisi lapangan. Strus mencetak enam tripoin dari delapan percobaan dan menyumbang 20 poin untuk Cavaliers.

Baca Juga: Kylian Mbappe Angkat Bicara Soal Drama Real Madrid, Arbeloa bilang Aku Penyerang Keempat

Namun kontribusi terbesarnya justru datang lewat pertahanan. Pada akhir kuarter keempat, Strus sukses merebut bola dari Cade Cunningham dalam momen penting yang langsung menghasilkan poin cepat Cleveland.

Energi dan intensitas permainan Strus menjadi salah satu alasan Cavaliers mampu membalikkan tekanan Detroit di menit-menit akhir.

Di sektor paint area, Evan Mobley kembali menunjukkan perkembangan besar sebagai pemain dua arah.

Baca Juga: Satu Poin Krusial Girona Jauhkan Diri dari Zona Merah

Setelah tampil kurang meyakinkan pada awal seri, Mobley justru tampil dominan pada Gim 5 dengan mencatat 19 poin, delapan rebound, delapan assist, dan tiga blok.

Forward muda Cavaliers itu juga menghasilkan sejumlah permainan penting pada kuarter keempat, termasuk tripoin krusial dan dunk yang menghidupkan momentum Cleveland.

Sebaliknya, Detroit justru mulai kehilangan pengaruh dari center utama mereka, Jalen Duren.

Baca Juga: 10 Pelatih Terbaik Real Madrid Sepanjang Masa, Ancelotti Teratas

Pelatih Pistons, JB Bickerstaff, bahkan memilih mencadangkan Duren pada sebagian besar kuarter keempat hingga overtime setelah performanya kembali menurun.

Duren hanya mencatat sembilan poin dan lima rebound dalam laga yang sangat menentukan tersebut.

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi Detroit. Pistons sebenarnya sempat mengontrol pertandingan dan unggul sembilan poin saat waktu tersisa kurang dari tiga menit di kuarter keempat.

Baca Juga: Ralf Schumacher Blakblakan Minta Lewis Hamilton dan Fernando Alonso untuk Mundur dari F1

Namun Cleveland perlahan bangkit lewat permainan agresif dan efektivitas mereka dalam mendapatkan lemparan bebas. Isu free throw kembali menjadi sorotan besar setelah pertandingan.

Detroit merasa dirugikan dalam beberapa keputusan wasit, terutama pada insiden akhir kuarter keempat ketika Ausar Thompson terjatuh saat berebut bola dengan Jarrett Allen tanpa peluit pelanggaran.

"Dia dijatuhkan saat mengejar bola lepas. Itu jelas pelanggaran," ujar Bickerstaff.

Baca Juga: Alberto Puig Bakal Menjabat Penasihat Honda Racing Corporation Mulai 2027

Halaman:

Tags

Terkini