SportlinkNews - Cleveland Cavaliers dan Detroit Pistons kembali dipaksa menjalani laga penentuan. Untuk putaran kedua playoff secara beruntun, kedua tim akan bertarung di Gim 7 demi satu tiket menuju Final Wilayah Timur NBA 2026.
Pertandingan penentu ini akan berlangsung di kandang Cleveland pada Minggu malam, 17 Mei waktu setempat. Atmosfer Gim 7 jelas bukan hal baru bagi kedua tim.
Pistons memiliki rekor impresif 6-1 dalam Gim 7 sejak 1990, sementara Cavaliers belum pernah kalah di Game 7 sejak 2016 dengan catatan 5-0, termasuk dua kemenangan tandang.
Baca Juga: Chelsea Gagal Juara Piala FA, McFarlane Klaim Performa Seimbang dengan Manchester City
Pelatih Cavaliers, Kenny Atkinson, mengakui tekanan di pertandingan seperti ini selalu berbeda.
"Saya sudah pernah mengalami hal ini sebelumnya. Ini berat, sulit, dan memang seharusnya begitu. Babak playoff memang sulit. Kami harus mengakhiri seri ini di Game 7," ungkapnya.
Cleveland sebenarnya sempat memegang kendali seri setelah menang di Gim 5 di kandang Pistons.
Baca Juga: AC Milan Hadapi Fase Krusial, Massimiliano Allegri Tuntut Profesionalisme Pemain
Namun kesempatan menutup seri di kandang sendiri sirna setelah mereka dihajar Detroit 94-115 pada Gim 6. Kini Cavaliers harus kembali menghadapi tekanan di Detroit.
Guard veteran Cavaliers, James Harden, menilai detail permainan akan menjadi faktor penentu.
"Ini hanya satu pertandingan tandang. Kami harus detail, memulai dengan sangat baik, dan menjaga momentum sepanjang laga. Tidak harus sempurna, tetapi kami harus menjalankan detail-detail yang sudah kami tekankan," kata Harden.
Baca Juga: Chelsea Resmi Tunjuk Xabi Alonso Sebagai Manajer Baru, Ikat Kontrak Empat Tahunres
Sementara itu, Pistons datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan di Gim 6 membuat mereka kini memiliki rekor 4-0 musim ini dalam pertandingan eliminasi.
Perjalanan Pistons musim ini juga menjadi salah satu cerita terbesar di NBA. Dua musim lalu mereka hanya meraih 14 kemenangan dan menjadi bahan olok-olok liga. Kini, mereka justru menjadi salah satu tim paling tangguh di playoff.
Cade Cunningham menyebut kekuatan utama Pistons terletak pada ketenangan dan solidaritas tim.
Baca Juga: Xabi Alonso Kembali Melatih Setelah Kesepakatan Transfer tapi Bukan ke Real Madrid
"Kami tetap fokus pada saat ini. Kami tidak terburu-buru. Yang terpenting, kami tetap bersatu. Ketika keadaan sulit, kami berkumpul, berdiskusi, lalu kembali fokus pada momen yang ada," imbuh Cunningham.
Pelatih Pistons, J.B. Bickerstaff, juga memuji mentalitas timnya yang tidak mudah goyah.
"Mereka tidak pernah menyerah. Mereka punya keyakinan satu sama lain dan mampu bangkit secara mental tanpa terpaku pada apa yang sudah berlalu. Mereka hanya fokus pada permainan berikutnya," ucapnya.
Baca Juga: KONI Dorong Indonesia Jadi Sport Nation Menuju Olimpiade 2044
Pemenang laga ini juga berpeluang masuk daftar eksklusif NBA.
Sejak format best-of-seven diterapkan penuh pada putaran pertama playoff tahun 2003, baru lima tim yang berhasil mencapai final konferensi setelah memenangkan dua Gim 7 beruntun di dua ronde awal.
Tim-tim tersebut adalah Dallas Mavericks pada 2003, Phoenix Suns pada 2006, Boston Celtics pada 2008, Toronto Raptors pada 2016, dan Denver Nuggets pada 2020.
Baca Juga: Malut United FC Gandeng SL Benfica Kembangkan Sepak Bola Usia Dini di Indonesia Timur
Kini, Cavaliers atau Pistons akan menjadi tim berikutnya yang mencoba menaklukkan jalur terjal menuju Final NBA.