SportlinkNews - San Antonio Spurs berada di ujung tanduk Final Wilayah Barat NBA 2026.
Tertinggal 2-3 dari Oklahoma City Thunder, kemenangan menjadi hal wajib bagi Spurs pada Gim 6, Kamis, 28 Mei waktu setempat, demi menjaga peluang dan memaksa laga penentuan kembali digelar di Oklahoma.
Meski kalah 114-127 pada Gim 5, keyakinan di kubu Spurs belum luntur.
Baca Juga: Fajar/Fikri Jadi Harapan Terakhir Indonesia di Singapore Open
Guard Devin Vassell bahkan menegaskan pengalaman bukan faktor yang menentukan dalam perjalanan playoff pertama mereka bersama skuad muda yang dipimpin Victor Wembanyama.
"Pengalaman tidak penting. Kami ada di sini. Kami telah memiliki semua pengalaman yang kami butuhkan di musim reguler ini, dan kami akan terus membuktikan bahwa semua orang salah," tutur Vassell.
Gim 6 yang digelar di San Antonio, diprediksi kembali menempatkan Victor Wembanyama sebagai pusat perhatian. Bintang muda setinggi 7 kaki 4 inci itu hanya mencetak 20 poin di Gim 5. Hasil itu menjadi raihan terendahnya sepanjang seri.
Baca Juga: Crystal Palace Juara Conference League, Glasner Pensiun dengan Gaya Gemilang
Pelatih Spurs Mitch Johnson secara terbuka meminta Wembanyama tampil lebih agresif. "Dia pasti harus mencetak lebih dari 20 poin," ujarnya.
Thunder sukses membatasi dominasi Wembanyama di area paint pada Gim 5.
Center Oklahoma City Isaiah Hartenstein menjadi pemain yang paling efektif menjaga Wembanyama, dengan statistik menunjukkan sang bintang Spurs hanya memasukkan satu dari sembilan tembakan saat dikawal Hartenstein.
Baca Juga: Pelatih Argentina Bawa Kabar Terbaru Tentang Cedera Messi
Perbedaan performa Wembanyama juga terlihat jelas antara kemenangan dan kekalahan Spurs di seri ini.
Dalam dua kemenangan, ia mencatat rata-rata 37 poin dan 16 rebound dengan akurasi tembakan di atas 53 persen. Sementara dalam tiga kekalahan, rata-ratanya turun menjadi 22,3 poin dengan persentase tembakan hanya 43,5 persen.
Guard rookie Stephon Castle menilai agresivitas Wembanyama menjadi kunci utama permainan Spurs. "Kami butuh dia untuk bermain agresif. Saya merasa agresivitasnya membuka peluang tembakan bagi pemain lain," tambahnya.
Baca Juga: 10 Pertandingan Paling Mengejutkan dalam Sejarah Piala Dunia
Di sisi lain, Oklahoma City kembali mengandalkan konsistensi Shai Gilgeous-Alexander.
Meski pertahanan agresif Spurs membuat akurasi tembakannya turun drastis sepanjang seri, MVP NBA dua kali itu tetap mampu menjadi pembeda pada Gim 5 dengan mencetak 32 poin.
Castle beberapa kali berhasil merepotkan Gilgeous-Alexander, termasuk memaksa tiga turnover pada Gim 5. Namun guard Thunder tersebut tetap mampu menemukan cara untuk memberi dampak besar, terutama lewat lemparan bebas.
Baca Juga: Neymar, Vinicius Junior atau Raphinha Pemilik Nomor Punggung 10 di Piala Dunia 2026?
Pelatih Thunder Mark Daigneault memuji konsistensi mental pemain andalannya itu dalam menghadapi tekanan playoff. "Salah satu hal yang menonjol darinya adalah konsistensinya. Sikapnya selalu sama, pendekatannya selalu sama," imbuhnya.
Oklahoma City juga datang dengan modal pengalaman playoff yang lebih matang. Dalam tiga musim terakhir, Thunder telah menjalani sembilan laga playoff saat berpeluang menutup seri dan berhasil memenangkan tujuh di antaranya.
Hartenstein menyebut pengalaman menghadapi tekanan menjadi salah satu kekuatan utama Thunder musim ini. "Saya pikir tim kami melakukan pekerjaan yang bagus dalam tidak terlalu terbawa emosi," tukasnya.
Baca Juga: Barcelona Sepakat Merekrut Penyerang dari Klub Liga Primer Inggris
Kini Spurs dituntut membuktikan ucapan Vassell bahwa pengalaman memang bukan segalanya. Jika gagal, perjalanan mengejutkan mereka musim ini akan berakhir di depan publik sendiri.