Selain Wembanyama, Spurs juga memiliki senjata tambahan dalam diri Dylan Harper. Meski baru menjalani musim pertamanya, Harper tampil matang sepanjang playoff.
Kemampuannya menembus pertahanan, mencetak angka di area ring, serta keberanian mengambil tembakan penting membuatnya menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Knicks.
Sementara itu, kekuatan Knicks tidak hanya terletak pada lima pemain utama mereka. Kontribusi bangku cadangan juga menjadi faktor penting selama perjalanan playoff musim ini.
Baca Juga: Fajar Sebut Kekalahan di Indonesia Open 2026 sebagai Penampilan Terburuk Bersama Fikri.
Deuce McBride, Landry Shamet, dan Mitchell Robinson beberapa kali memberikan energi tambahan yang membantu New York mengatasi tekanan.
Jika para pemain pelapis kembali tampil konsisten di Final, Knicks akan memiliki keuntungan besar dalam menjaga intensitas permainan selama empat kuarter.
Secara statistik, Knicks memasuki Final dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka mencatat persentase effective field goal sebesar 59,2 persen sepanjang playoff, angka yang berpotensi menjadi yang terbaik dalam sejarah postseason NBA.
Baca Juga: Ousmane Dembele Ditunjuk Jadi Duta Fesyen Global Jelang Piala Dunia 2026
Efisiensi serangan mereka juga meningkat dibanding musim reguler.
Namun Spurs memiliki jawaban yang bisa mengganggu keunggulan tersebut. Kehadiran Wembanyama membuat lawan kesulitan mencetak poin di area paint.
Karena itu, kemampuan Knicks dalam melepaskan tembakan tiga angka kemungkinan akan menjadi salah satu kunci utama jika ingin mempertahankan produktivitas mereka.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)