basket

Semifinal IBL 2026: Luka Lama Belum Terbalas, Dewa United Curi Kemenangan di Kandang Pelita Jaya

Sabtu, 6 Juni 2026 | 22:01 WIB
Kapten Tim Pelita Jaya Andakara Prastawa beradu dengan pemain muda Dewa United Rio Disi, dalam Round 1 Semifinal IBL 2026 di PJ Arena, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

SportlinkNews - Pelita Jaya Jakarta datang ke semifinal IBL GoPay 2026 dengan membawa satu misi besar, yakni membalas luka yang ditinggalkan Dewa United Banten pada Final musim lalu. Namun sayang mereka gagal revans.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di PJ Arena, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026, kesempatan itu sebenarnya berada di depan mata. Namun hingga peluit akhir berbunyi, revans yang diharapkan belum juga terwujud.

Dewa United justru kembali menunjukkan mengapa mereka masih menjadi salah satu tim paling berbahaya di kompetisi.

Baca Juga: Skuad Portugal Diminta Jaga Kerendahan Hati sebagai Jalan Menuju Kejayaan Dunia

Lewat kemenangan dramatis 78-76 pada gim pertama semifinal, tim asal Banten itu berhasil mencuri keunggulan sekaligus merebut momentum dalam seri best of five.

Laga sempat terlihat akan berjalan berat sebelah. Sejak kuarter pertama, Dewa United langsung menekan dan membuat Pelita Jaya kesulitan menemukan ritme permainan.

Tim asuhan Pablo Favarel tertinggal jauh 14-33 setelah 10 menit pertama.

Baca Juga: Nostalgia Kejayaan Piala Dunia 2002, Hong Myung-bo Kenang Momen Satukan Bangsa di Tengah Krisis

Keunggulan Dewa United bahkan sempat membengkak hingga 21 poin pada kuarter kedua. Dominasi mereka terlihat jelas, baik dalam transisi serangan maupun efisiensi penyelesaian akhir. Pelita Jaya dipaksa mengejar sejak awal pertandingan.

Namun juara musim reguler itu tidak menyerah begitu saja.

Usai turun minum, Pelita Jaya perlahan mulai menemukan identitas permainannya. Pertahanan menjadi lebih rapat, sementara serangan mulai mengalir lebih efektif.

Baca Juga: Rifat Sungkar Fokus Tempa El Mayka di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally

Selisih poin yang sempat menganga perlahan dipangkas hingga memasuki kuarter keempat.

Atmosfer PJ Arena memuncak ketika Andakara Prastawa Dhyaksa melepaskan tembakan tiga angka yang masuk sempurna saat waktu tersisa 16 detik.

Skor berubah menjadi 76-76 dan publik tuan rumah seolah melihat peluang kebangkitan yang sempurna.

Baca Juga: Ukir Rekor Enam Edisi Piala Dunia, Messi, Ronaldo, dan Ochoa Kenakan Atribut Istimewa

Tapi Dewa United memiliki jawaban pada momen paling menentukan. Saat percobaan tripoin Rio Disi gagal menemui sasaran, Troy Gillenwater muncul sebagai penyelamat.

Ia merebut offensive rebound krusial sebelum menyelesaikannya dengan layup yang mengubah papan skor menjadi 78-76. Pelita Jaya tak lagi memiliki waktu cukup untuk membalas.

Gillenwater kembali menjadi figur sentral kemenangan Dewa United. Pemain naturalisasi tersebut tampil dominan dengan torehan 35 poin dan enam rebound. Sepanjang pertandingan, ia berhasil memasukkan 14 dari 27 percobaan tembakan.

Baca Juga: SIMPATI Woman Rally Team Siap Uji Kekompakan di POJ City

Dukungan penting juga datang dari Joshua Ibarra yang membukukan double-double 22 poin dan 14 rebound. Sementara Donell Cooper II memberikan kontribusi serbabisa lewat 10 poin, 12 assist, dan lima steal.

Di kubu Pelita Jaya, Perrin Buford tampil produktif dengan 23 poin, 12 rebound, dan tujuh assist.

Jeff Withey menambahkan 20 poin dan 13 rebound, sedangkan Prastawa menyumbang 16 poin termasuk tripoin yang sempat menghidupkan harapan tuan rumah.

Baca Juga: AVC Cup-Women 2026: Servis Agresif dan Mental Tangguh Antar Indonesia Tekuk Iran

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Pelita Jaya yang sejak awal musim tampil sangat konsisten dengan rekor 18 kemenangan dan hanya dua kekalahan di musim reguler.

Apalagi mereka memiliki keuntungan bermain di kandang pada dua laga pertama semifinal.

Meski demikian, peluang untuk membalikkan keadaan masih terbuka lebar. Format best of five membuat Pelita Jaya masih memiliki kesempatan memperbaiki situasi pada gim kedua yang kembali digelar di PJ Arena, Senin, 8 Juni 2026.

Halaman:

Tags

Terkini