basket

Perbanas dan Ubaya Tutup Musim 1 Campus League Basketball dengan Gelar Juara

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:18 WIB
Prosesi perayaan Campus League Basketball Season 1 2026 kategori putra dan putri. Tim Putra Perbanas dan Tim Putri Universitas Surabaya sukses meraih gelar kampiun, di Basketball Court UPH, Tangerang

SportlinkNews - Musim perdana Campus League Basketball resmi melahirkan dua kampus terbaik di Indonesia. 

Setelah melalui persaingan selama hampir tiga bulan, Institut Perbanas dan Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil menorehkan sejarah sebagai juara perdana Campus League Basketball Season 1 2026.

Gelar tersebut diraih usai keduanya memenangkan partai final The Nationals di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Sabtu, 13 Juni 2026.

Baca Juga: Tiga Faktor Penentu Gim 5 Final NBA 2026: Wembanyama, Harper, dan Start Lambat Knicks

Bagi Perbanas dan Ubaya, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal trofi. Keduanya menjadi tim pertama yang mengukir nama sebagai kampiun dalam sejarah kompetisi basket mahasiswa nasional yang mengusung format regional hingga babak nasional.

Di sektor putra, Perbanas menuntaskan kisah kejutan mereka dengan menumbangkan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga 47-45 dalam pertandingan yang berlangsung hingga babak tambahan waktu.

Perjalanan Perbanas menuju tangga juara terbilang tidak biasa. Mereka datang ke The Nationals bukan sebagai favorit utama, tetapi mampu menunjukkan konsistensi dan mental bertanding yang kuat saat menghadapi tim-tim unggulan.

Baca Juga: Bali Jadi Titik Awal Kampanye Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Lewat Fun Run

Final melawan UKSW menjadi ujian terakhir yang harus dilewati. Kedua tim silih berganti memegang kendali permainan sepanjang empat kuarter.

Saat pertandingan memasuki overtime, tekanan semakin tinggi karena setiap penguasaan bola bisa menentukan nasib gelar juara.

Momentum penentu akhirnya datang melalui tembakan dua angka Muhammad Haikal Malik yang membawa Perbanas unggul dan memastikan kemenangan tipis 47-45.

Baca Juga: Ana/Trias Tembus Final Australian Open 2026, Indonesia Jaga Asa Juara di Ganda Putri

Pelatih Perbanas, Zulfahrizal, menyebut gelar tersebut sebagai buah dari keyakinan dan mentalitas yang terus dijaga timnya sejak awal kompetisi.

"Berawal dari peringkat ketiga regional hingga akhirnya menjadi juara nasional, saya tidak bisa berkata-kata. Kami menunjukkan mentalitas Perbanas dan berhasil membuktikan diri di saat yang paling menentukan," katanya.

Kesuksesan Perbanas semakin lengkap setelah Haikal dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Campus League Basketball Season 1 2026.

Baca Juga: Rachel/Febi Tersingkir di Semifinal, Gagal Pertahankan Gelar Australian Open 2026

Selain itu, gelar juara juga mengantarkan mereka menjadi wakil Indonesia pada Asia University Basketball League (AUBL) 2027.

"Kami bukan tim unggulan dan tidak diperkuat pemain IBL, tetapi semua pemain mampu tampil maksimal. Kerja keras dan kebersamaan menjadi kunci keberhasilan kami," imbuh Haikal.

Sementara itu, sektor putri menghadirkan cerita kebangkitan dari Universitas Surabaya. Tim asal Kota Pahlawan tersebut harus berjuang keras sebelum akhirnya menaklukkan Soegijapranata Catholic University (SCU) dengan skor 59-51.

Baca Juga: Australia Open 2026: Harapan All Indonesian Final Pupus, Zaki Terhenti di Tangan Dong Tian Yao

Ubaya sempat berada dalam posisi tertinggal setelah SCU tampil lebih efektif pada babak pertama. Namun, perubahan terjadi selepas jeda pertandingan ketika Ubaya meningkatkan agresivitas serangan dan mencetak 23 poin pada kuarter ketiga.

Momentum tersebut menjadi titik balik yang membawa mereka mengambil alih kendali permainan hingga akhir laga.

Pelatih Ubaya, Wellyanto Pribadi, menilai kekuatan utama timnya sepanjang musim bukan terletak pada individu, melainkan kebersamaan yang dibangun di dalam tim.

Baca Juga: Dihadiri Kolega Timnas Indonesia, Justin Hubner dan Jennifer Coppen Sah Menjadi Suami Istri

"Kami selalu menekankan bahwa tidak boleh ada pemain yang saling menyalahkan ketika melakukan kesalahan. Kebersamaan itulah yang membuat tim tetap tenang dan mampu bangkit saat tertinggal," tukasnya.

Keberhasilan Perbanas dan Ubaya sekaligus menutup musim pertama Campus League Basketball yang sejak April lalu bergulir melalui seri regional di Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, serta Jakarta-Tangerang.

CEO Campus League, Ryan Gozali, mengatakan capaian musim perdana menunjukkan bahwa olahraga kampus memiliki ruang besar untuk terus berkembang di Indonesia.

Baca Juga: Raih Posisi Ketiga AFF 2026, Nova Arianto Soroti Fisik dan Taktik

"Season 1 bukan hanya tentang mencari juara. Yang lebih penting adalah membangun fondasi agar olahraga kampus dapat menjadi ruang tumbuh bagi student-athlete, baik dari sisi prestasi maupun pengembangan karakter," katanya.

Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno yang menilai Campus League dapat menjadi wadah strategis dalam menjaring talenta muda dari lingkungan perguruan tinggi.

Menurut dia, sinergi antara kampus dan cabang olahraga perlu terus diperkuat agar pembinaan atlet berjalan lebih terarah sekaligus membuka peluang beasiswa bagi atlet berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Baca Juga: Gol Tunggal Dafa Al Gazani Bawa Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF

Dengan berakhirnya Basketball Season 1, Campus League kini bersiap melanjutkan rangkaian kompetisi melalui cabang bulu tangkis dan futsal sepanjang 2026, sembari memperluas jangkauan penyelenggaraan ke berbagai kota di Indonesia.

Tags

Terkini