SportlinkNews - Terinspirasi dari Liga Mahasiswa di Amerika Serikat, lahir lah Campus League (CL) yang merupakan kompetisi olahraga yang terstruktur, konsisten, dan inklusif di level perguruan tinggi.
Campus League diperkenalkan Kamis siang, 2 Oktober 2025 di Jakarta.
CEO Campus League, Ryan Gozali dalam sambutannya di Media Gathering menegaskan bila kompetisi ini bukan sekedar program jangka pendek, melainkan ekosistem berkelanjutan.
Baca Juga: Indra Sjafri Siapkan Garuda Muda, TC Pertama Timnas U23 Dimulai di Jakarta
Di mana blueprintnya dibagi ke dalam tiga fase selama 10 tahun ke depan.
"Fase pertama (2025–2027) akan terfokus untuk membangun penyelenggaraan kompetisi di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Membangun semua liga olahraga utama," kata Ryan.
Kemudian, di fase kedua (2028–2029) adalah membangun ekosistem kampus dan unigames. Sedangkan pada fase ketiga (2030–2034) diarahkan pada tahap sustainability dengan membentuk closed league division dan komersialisasi.
Baca Juga: Wajah Baru Lengkapi Skuad Garuda Muda untuk SEA Games 2025
Campus League akan dimulai pada tahun ini dengan title “musim nol”. Tahun ini adalah edisi pembuka dengan hanya mempertandingkan satu cabang olahraga saja yakni futsal putra dan putri.
"Kompetisi berlangsung Oktober hingga Desember dengan melibatkan 64 tim perguruan tinggi dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Mengapa futsal jadi pembuka, karena ini merupakan olahraga paling populer di kalangan mahasiswa dan paling siap dipertandingkan segera," ujar Ryan.
Cabang-cabang olahraga lainnya, akan dimulai di musim perdana Campus League secara resmi di 2026. Mereka yakni, basket dan badminton.
Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Atmosfer Solid, Timnas Indonesia Bawa Modal Mental Positif Lawan Arab Saudi dan Irak
Sementara untuk kompetisi uni-games, akan mempertandingkan sepakbola putri, panjat dinding, ju-jitsu, wushu, dart, dan biliar.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh atlet kampus untuk bisa berpartisipasi di Liga ini.
Pertama, harus merupakan mahasiswa aktif, dengan tahun kelahiran 2002 atau setelahnya. Kedua, minimal harus memiliki IPK 2,25.
Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Skuad Garuda Punya Waktu Lebih Ideal, PSSI Tegaskan Wajib Menang
"Ketiga, karena liga ini bertujuan untuk melahirkan atlet yang berkualitas dan berkarakter, maka ada persyaratan wajib berikut adalah wajib melakukan aksi sosial setiap pesertanya," tukas Ryan.
"Satu atlet harus melakukan bakti sosial tiap hari tiap enam jam. Bakti sosialnya apa saja terserah, tapi harus lolos verifikasi oleh kami," tambahnya.
Mengapa harus melakukan bakti sosial, karena menurut filosofi Campus League ini, seorang atlet yang bagus harus memiliki tiga pilar, bukan hanya fisik, tetapi juga otak dan hati.
Baca Juga: UFC 320: Magomed Ankalaev Sebut Alex Pereira Pembohong soal Tuduhan Menghindar
Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono selaku sponsor utama, mengatakan bahwa membangun ekosistem olahraga yang baik untuk kelompok usia lanjutan membutuhkan proses panjang.
Menurutnya, dengan membentuk komponen yang lebih kuat, Indonesia di masa mendatang berpeluang meraih lebih banyak medali emas di Olimpiade.
Ia pun menegaskan komitmen Djarum Foundation untuk mendukung program ini hingga 30 tahun ke depan.
Artikel Terkait
Pemain Futsal Glamor yang Dipecat Usai Posting OnlyFans Kini Meraup Untung 100 Kali Lipat
Adidas Predator Sala, Sentuhan Futsal Bergaya Jalanan
PON Beladiri Digelar di Kudus, KONI dan Djarum Foundation Geber Persiapan
Djarum Foundation Kembali ke Indonesia Open, Siap Angkat Kualitas Turnamen Super 1000
Djarum Foundation Gulirkan Campus League 2026, Adaptasi Konsep NCAA Amerika