“Kalau Pereira jadi lawannya, saya akan bertarung melawan orang lain. Tapi fokus utama saya tetap Ankalaev setelah itu,” tambahnya.
Baca Juga: Fabio Quartararo Dibawa ke Rumah Sakit Usai Alami Kecelakaan di Mugello
Lebih dari sekadar menantang di oktagon, Prochazka juga melontarkan kritik pedas terhadap Ankalaev.
Ia menilai juara asal Dagestan itu terlalu banyak bicara dan tidak menunjukkan sikap yang pantas sebagai seorang juara.
“Dia bermulut besar. Saya tak peduli siapa yang mengelola akun Twitternya,” sindir Prochazka.
Baca Juga: Persib Bandung Susun Roadmap 10 Tahun, Target Dominasi Liga 1 dan Asia
“Banyak hal yang telah dia lakukan, yang membuat saya ingin menghentikannya."
"Ini bukan sikap seorang juara. Omong kosong seperti itu hanya akan menjatuhkan dirinya sendiri.”
Meski tensi antara para petarung terus meningkat, keputusan akhir soal pertarungan tetap ada di tangan pihak UFC.
Baca Juga: Antonius Kasimura Kaize Bertekad Menjadikan Papua Selatan Sebagai Rumah Atlet Berprestasi
Organisasi tersebut akan menentukan siapa yang layak mendapatkan kesempatan menantang gelar, berdasarkan strategi dan kepentingan bisnis mereka.
Situasi ini membuat ketegangan di kelas berat ringan UFC makin terasa.
Dengan nama-nama besar seperti Pereira dan Prochazka membidik Ankalaev, pertarungan di sisa tahun ini diyakini akan menyajikan persaingan yang ketat dan penuh gengsi.
Artikel Terkait
Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Jadi Rebutan Udinese dan Fiorentina
Cerita Gisel Anastasia yang Kepincut Padel
Gempar! Lamine Yamal Pacaran dengan Wanita Dewasa 13 Tahun Lebih Tua
Satu Keputusan Fatal Adidas yang Membawa Nike Bangkit dari Keterpurukan
Taklukkan Boca Juniors, Pelatih Munchen Vincent Kompany Akui Sulitnya Tim Eropa Melawan Tim Amerika Selatan