Magomedov menambahkan bahwa Della Maddalena layak mendapatkan rasa hormat setinggi-tingginya.
Menurutnya, teknik, jarak tempur, pertahanan bantingan, hingga kapasitas fisiknya berada di level tertinggi, membuat pertarungan ini tak bisa dianggap sepele.
“Teknik tinjunya, pertahanan terhadap gulat, kemampuan menjaga jarak, dan kardio yang ia miliki sangat baik."
"Dia punya semuanya. Sikap kami untuk duel ini hanya satu: penuh respek. Mustahil kami tidak menghormatinya,” lanjut Magomedov.
Baca Juga: Mengenal MetLife Stadium, Arena Duel Chelsea FC vs PSG di Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Walaupun UFC belum secara resmi mengumumkan duel antara Makhachev dan Della Maddalena, rumor pertarungan itu diperkirakan akan terealisasi pada akhir tahun 2025.
Jika benar terjadi, laga ini akan menjadi momen penting dalam karier kedua petarung.
Terakhir kali Islam Makhachev naik ke oktagon adalah pada Januari lalu saat ia menghadapi Renato Moicano.
Dalam laga tersebut, Makhachev berhasil mempertahankan sabuk kelas ringan lewat kemenangan dengan teknik kuncian.
Namun yang mengejutkan, usai kemenangan itu, Makhachev memutuskan untuk melepaskan gelarnya.
Langkah tersebut ia ambil demi mengejar ambisi barunya: menjadi juara di kelas welter dan meraih sabuk kedua dalam kariernya.
Kini, dengan potensi menghadapi Della Maddalena yang tengah naik daun, Makhachev punya kesempatan untuk membuktikan dirinya di kelas yang lebih tinggi.
Pertarungan ini tak hanya akan mempertemukan dua gaya bertarung berbeda, tetapi juga dua mentalitas juara yang sama-sama lapar akan prestasi.
Artikel Terkait
Final Piala Dunia Antarklub: Enrique Ungkap Kunci Sukses PSG
Barcelona Tegas, Coret Pemain Bintang dari Tugas Pramusim Saat Pintu Keluar Mendekat
Air Jordan 5 Michael Jordan Kembali dengan Warna White Metallic Setelah 11 Tahun
Debutan Tercantik Wimbledon Carson Branstine Dicap Alien karena Memiliki Fitur Maskulin
Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025: Duel Tiga Pemain Kunci Chelsea FC dan PSG di MetLife Stadium