"Tapi bro, kau akan membuat orang ini dibantai dan gegar otak lebih parah dari sebelumnya,” lanjut Masvidal.
Lebih jauh, Masvidal menggambarkan bahwa pertarungan itu bisa membuat Gaethje meninggalkan arena dengan kondisi mengenaskan.
“Dia akan pergi dari sana dengan wajah serius seperti Homer Simpson. Kurasa itu pertarungan yang buruk untuk Gaethje,” ujarnya.
Kendati demikian, semua itu masih sekadar prediksi.
Baca Juga: Justin Hubner Gabung Fortuna Sittard, Siap Tembus Eredivisie
Realisasinya baru bisa dibuktikan apabila UFC benar-benar mengatur pertarungan antara Gaethje dan Topuria.
Terlepas dari pro dan kontra, Ilia Topuria memang menunjukkan performa luar biasa sejak naik ke kelas ringan.
Topuria sebelumnya merupakan juara kelas bulu dan langsung tampil mengesankan dalam debutnya di kelas ringan.
Baca Juga: Juventus Pantau Situasi Darwin Nunez, Nasib Dusan Vlahovic Masih Menggantung
Dalam duel perebutan sabuk juara melawan Charles Oliveira pada 28 Juni lalu, Topuria sukses menang KO di ronde pertama.
Kemenangan tersebut menjadikannya sebagai juara baru kelas ringan UFC.
Di sisi lain, Justin Gaethje juga mencatat hasil positif dalam laga terakhirnya.
Pada UFC 313 yang digelar Maret lalu, Gaethje menang angka mutlak atas Rafael Fiziev setelah bertarung sengit selama tiga ronde.
Meski begitu, laga melawan Topuria diyakini akan menjadi tantangan yang berbeda dan lebih berat bagi Gaethje.
Artikel Terkait
Pep Guardiola: Jangan Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Terlalu Cepat
Raker Komite Sepak Bola Wanita AFC Bahas Soal Lisensi Klub hingga Penambahan Peserta Piala Dunia dan Olimpiade
Hardiyanto Kenneth, Ketua Percasi DKI Jakarta Terpilih periode 2025–2029
Permenpora No.14/2024 Bikin Resah KONI Provinsi, KONI Pusat Lakukan Konsolidasi
Kontroversi Permenpora No.14/2024 Dipastikan Tidak Ganggu Agenda KONI Pusat