Ketegangan Memuncak, Khamzat Chimaev dan Dricus du Plessis Adu Mulut Jelang UFC 319

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18:00 WIB
Ketegangan memuncak antara Khamzat Chimaev dan Dricus du Plessis jelang UFC 319 di Chicago, duel perebutan sabuk kelas menengah siap digelar. (X.COM/VINNYTALKS_)
Ketegangan memuncak antara Khamzat Chimaev dan Dricus du Plessis jelang UFC 319 di Chicago, duel perebutan sabuk kelas menengah siap digelar. (X.COM/VINNYTALKS_)

"Motivasinya berbeda-beda, tetapi hasilnya tetap sama. Saya akan keluar sebagai juara."

Baca Juga: Napoli Terus Berbenah, Antonio Conte: Kami Sedang Meletakkan Fondasi untuk Saat ini dan Masa Depan Napoli

Ia menambahkan, "Dia tetap mendapatkan uangnya, entah menang atau kalah. Saya baru akan puas setelah keluar dari sana dengan sabuk juara."

Ketegangan di antara keduanya memuncak saat sesi face off, yang memperlihatkan rivalitas mereka menjelang duel di oktagon.

Suasana semakin panas sehingga Presiden UFC, Dana White, turun tangan untuk meredakan situasi.

Baca Juga: Jay Idzes Masih Dikandangin Pelatih Sassuolo Fabio Grosso di Laga Pembuka Coppa Italia 2025

Di tengah momen tersebut, Khamzat Chimaev sempat menggemakan takbir tiga kali di hadapan para penonton yang hadir.

Aksi itu menambah bumbu dramatis dalam konferensi pers yang sudah sarat dengan ketegangan.

Pertemuan singkat ini menjadi bagian dari rangkaian hype menjelang pertarungan akbar kelas menengah bulan ini.

Baca Juga: Kemenangan Menghampiri Genoa, Sassuolo, Lecce, dan Empoli di Babak Pertama Coppa Italia

Khamzat Chimaev ingin menegaskan dominasinya, sedangkan Dricus du Plessis bertekad mempertahankan sabuk juara yang telah diraihnya.

Duel keduanya dijadwalkan berlangsung Minggu pagi di United Center, Chicago, dan menjadi salah satu pertarungan paling dinantikan penggemar UFC di musim ini.

Penonton berharap ketegangan dari konferensi pers dapat terjawab di dalam oktagon, saat kedua petarung bertarung untuk supremasi kelas menengah.

Pertemuan Chimaev dan du Plessis menjadi bukti bahwa persaingan di UFC tidak hanya terjadi di dalam oktagon, tetapi juga di luar arena melalui tekanan psikologis dan pernyataan publik.

Keduanya siap memberikan tontonan seru sekaligus menentukan siapa yang berhak mengenakan sabuk kelas menengah.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: mmafighting.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X