Ia lalu beralih ke gulat dan berhasil mengamankan kemenangan lewat submission.
Baca Juga: Marc Klok Antusias Kembali Bela Timnas Indonesia Usai Absen 1,5 Tahun
Sejak debut di UFC tahun 2015, Makhachev memang dikenal piawai dalam kuncian.
Dari total 28 kemenangan, 13 di antaranya diraih melalui submission.
Dua kemenangan terakhirnya di kelas ringan, melawan Renato Moicano dan Dustin Poirier, juga diperoleh dengan strategi serupa.
Baca Juga: Pertina Mendapat Perhatian dari Asian Boxing, HBL Berkomitmen Bangkitkan Tinju Indonesia
Namun, Jack Della Maddalena bukan lawan mudah.
Petarung asal Australia itu memiliki rekor mengesankan di kelas welter dengan 12 kemenangan lewat KO atau TKO dari total 20 laga.
Dalam periode 2022 hingga 2023, ia bahkan mencatat kemenangan beruntun melalui TKO atas Pete Rodriguez, Ramazan Emeev, dan Danny Roberts.
Baca Juga: Presiden Asian Boxing Ucapkan Selamat kepada HBL dan Sambut Kehadiran Pertina
Dengan gaya bertarung yang agresif, JDM diyakini akan berusaha keras menjauhkan diri dari permainan bawah yang menjadi keunggulan Makhachev.
Sebaliknya, Makhachev kemungkinan besar akan berupaya memanfaatkan gulatnya sejak awal laga untuk menekan JDM.
Meski begitu, sejarah menunjukkan Makhachev juga pernah tumbang lewat KO.
Baca Juga: Erik Ten Hag Hampir Dipecat Leverkusen Setelah Hanya 3 Pertandingan
Kekalahan tersebut terjadi pada UFC 192 saat menghadapi Adriano Martins, dan hingga kini menjadi satu-satunya kekalahan dalam kariernya.
Artikel Terkait
Manchester City Terlempar Jauh dari 10 Besar, Pep Guardiola Kesal
Tinggalkan Belanda, Ini Komentar Pertama Eliano Reijnders Bergabung dengan Persib
Legenda F1 Menemukan Kenyamanan di Antara Wanita Cantik di Kapal Pesiar
Liverpool Boyong Isak dari Newcastle dengan Rekor Fee Fantastis
Saya Bukan Messi: Rodri Kembali, tapi Apa yang Salah di Man City?