“Apakah ada yang bisa mengalahkan Merab?” tulis McKinney di media sosialnya.
“Sekarang dia sudah pasti menjadi GOAT (petarung terbaik sepanjang masa) di kelas bantam. Jadi, siapa lawan selanjutnya?” tambahnya.
Baca Juga: Media Prancis Ungkap Penyebab Calvin Verdonk Tak Masuk Skuad Lille
Tak hanya McKinney, komentar juga datang dari mantan juara kelas bantam Petr Yan.
Petarung asal Rusia itu pernah menghadapi Dvalishvili pada tahun 2023 dan kalah setelah pertarungan berlangsung lima ronde.
Meski begitu, Yan tetap memberikan penghormatan atas performa rivalnya tersebut.
Baca Juga: 30 Pelatih di Kudus Ikuti Sertifikasi Lisensi D Nasional PSSI, Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
“Usaha yang bagus dari Cory, tapi Merab memang lebih baik,” tulis Yan.
“Saya tidak sabar untuk kembali menghadapi kekuatannya,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, mantan juara kelas welter Kamaru Usman juga turut memberikan apresiasi.
Baca Juga: Kudus Jadi Tuan Rumah Perdana PON Bela Diri 2025, 2.600 Atlet Siap Unjuk Prestasi!
Ia menyebut Dvalishvili sebagai petarung dengan daya tahan dan determinasi luar biasa.
“Merab adalah mesin yang sesungguhnya,” kata Usman. “Kedua jagoan menampilkan pertarungan yang luar biasa seru,” lanjutnya.
Meski begitu, Sandhagen tetap menuai respek atas upaya kerasnya.
Baca Juga: Marc Marquez Ungkap Rasa Sedih Usai Kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025
Artikel Terkait
Ole Romeny dan Maarten Paes Pulih, Timnas Indonesia Dapat Angin Segar di Jeddah
Kluivert Waspadai Arab Saudi, Timnas Indonesia Fokus Jaga Kondisi di Jeddah
MotoGP Indonesia: Fermin Aldeguer Kampiun di Mandalika, Marc Marquez dan Bezzecchi Terlibat Kontak
Drama MotoGP Indonesia: Marc Marquez dan Bagnaia Tidak Berdaya di Mandalika, Duo Pembalap Gresini Naik Podium
Menang di Mandalika, Fermin Aldeguer Catat Rekor sebagai Pembalap Termuda yang Memenangkan Balap MotoGP