SportlinkNews - Juara kelas menengah UFC, Khamzat Chimaev, menjadi sorotan setelah muncul klaim bahwa kemampuan gulatnya bisa menjadi mimpi buruk bagi Alex Pereira.
Wacana duel antara keduanya kembali mencuat usai kemenangan spektakuler Pereira di UFC 320, yang membuatnya kembali merebut sabuk kelas berat ringan (light heavyweight) dari tangan Magomed Ankalaev.
Dalam pertarungan tersebut, Pereira tampil dominan dengan menjatuhkan Ankalaev hanya dalam waktu 80 detik.
Baca Juga: Tanjung Verde Lolos ke Piala Dunia 2026, Bukti Kesabaran Berbuah Manis
Hasil itu menegaskan statusnya sebagai salah satu petarung paling mematikan di UFC saat ini dan kembali menempatkannya sebagai penguasa divisi 90 kilogram.
Meski demikian, kemenangan sang “Poatan” justru memancing perhatian Khamzat Chimaev.
Petarung asal Chechnya itu sempat memberi ucapan selamat kepada Pereira, tetapi ucapannya malah memicu spekulasi tentang potensi pertarungan keduanya di masa depan.
Baca Juga: Real Madrid Incar Enzo Fernandez, Chelsea Minta Bayaran Selangit Rp2,6 Triliun
Banyak pihak menilai duel Pereira vs Chimaev akan menjadi salah satu laga paling menarik jika benar-benar terwujud.
Salah satu suara yang menyoroti kemungkinan tersebut datang dari petarung kelas ringan, Beneil Dariush.
Ia mengaku tidak setuju jika Pereira harus menghadapi Chimaev, karena menilai gaya bertarung “Borz” dapat menyulitkan bahkan menyiksa sang juara kelas berat ringan.
Baca Juga: Mantan Kapten Timnas Indonesia Buka Suara Soal Tertundanya Mimpi ke Piala Dunia
Menurutnya, Pereira lebih layak untuk bertarung melawan Jon Jones, bukan Chimaev.
Artikel Terkait
Usai Jeda Internasional Persib Siap Tempur Hadapi PSBS Biak di Super League 2025/26
Super League Kembali Bergulir Usai Jeda Internasional, Ini Jadwal Pertandingan Pekan ke-9
Dewa United Siap Meladeni Permainan Madura United FC di Banten International Stadium
Mengintip Proses Pembuatan Sepatu Bola Adidas Khusus untuk Pemain Liverpool yang Dirancang dengan Teknologi Sport Science
Bukayo Saka Pecahkan Rekor Gol yang Bertahan 86 Tahun dalam Sejarah Sepak Bola Inggris