PON Bela Diri 2025: Pencak Silat Prioritaskan Keselamatan Atlet

Suryansyah, Sportlink News
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 15:00 WIB
Cabor pencak silat PON Bela Diri 2025 dipertandingkan mulai hari ini. (Fahmi Shofi/Ponbeladiri.com)
Cabor pencak silat PON Bela Diri 2025 dipertandingkan mulai hari ini. (Fahmi Shofi/Ponbeladiri.com)

Sementara itu, bagi pesilat yang memakai behel, penggunaan gumsuit menjadi syarat wajib demi mencegah luka di area mulut.

“Kalau pakai behel harus gumsuit. Karena kalau kena pukul bisa berbahaya bila kawatnya melukai bagian dalam mulut,” ujar Agung.

Namun, penggunaan gumsuit tetap bersifat opsional karena serangan ke wajah dan leher tidak diperbolehkan dalam aturan pertandingan pencak silat.

Baca Juga: Suporter Israel Dilarang Menonton Pertandingan Melawan Aston Villa di Liga Europa

Selain itu, deker atau pelindung kaki diperbolehkan untuk melindungi sendi, terutama bagi atlet yang memiliki riwayat cedera di pergelangan kaki atau tangan.

“Deker boleh dipakai tapi hanya satu lapis saja, tidak boleh berlebihan,” ujarnya.

Standar perlindungan tersebut sudah mengacu pada pedoman resmi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Semua perlengkapan atlet diperiksa sebelum pertandingan dimulai untuk memastikan kualitas dan kelayakannya.

Baca Juga: Pemerintah Tekankan Target Medali, Evaluasi Cabang dan Atlet SEA Games Dimulai Pekan Depan

Agung juga menekankan pentingnya keputusan dokter pertandingan sebagai faktor penentu akhir.

“Kalau dokter bilang unfit, ya pertandingan harus dihentikan. Itu bagian dari komitmen kami menjaga keselamatan atlet,” tegasnya.

Dengan sistem medis cepat tanggap, panitia juga bekerja sama dengan rumah sakit rujukan terdekat untuk menangani kasus cedera serius, lengkap dengan perlindungan BPJS Kesehatan bagi seluruh peserta.

Baca Juga: FC Twente Tawarkan Kontrak Baru untuk Mees Hilgers, Begini Reaksi Bek Timnas Indonesia

“Benturan tubuh dalam silat bisa berdampak serius kalau tidak diantisipasi. Itulah kenapa kami menempatkan keselamatan sebagai prioritas nomor satu,” katanya.

Melalui disiplin tinggi, aturan yang ketat, serta dukungan medis profesional, kenyamanan atlet yang bertarung menjadi prioritas cabor pencak silat.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X