SportlinkNews - Kelvin Saweri menutup perjalanan gemilangnya di PON Bela Diri Kudus 2025 dengan senyum penuh syukur.
Atlet Shorinji Kempo asal Papua Barat ini tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga laga puncak nomor Randori Perorangan kelas 75 Kg Putra.
Keyakinannya tak salah, medali emas akhirnya menggantung di lehernya, menjadi bukti nyata hasil kerja keras dan tempaan panjang dalam latihan.
“Senang sekali karena semua hasil latihan keras ini terbayar lunas. Usaha yang saya perjuangkan tidak sia-sia. Meski banyak tantangan, saya percaya Tuhan yang menjadi panutan, menempa saya hingga bisa meraih emas,” ungkap Kelvin usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Djarum Arena 2A, Kaliputu, Kudus, Senin (20/10/2025).
Baca Juga: PON Bela Diri 2025: DKI dan Kaltim Dominasi
Kelvin mengaku sempat diliputi kecemasan dan keresahan sejak awal kompetisi.
Atmosfer pertandingan yang ketat dengan hadirnya atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia membuatnya merasa tertekan.
“Lumayan cemas, resah dan tertekan, tapi saya percaya pasti bisa. Saya mau jadi teladan untuk adik-adik saya, dan terima kasih untuk pelatih yang sudah menempa saya,” tuturnya penuh rasa hormat.
Di partai final, Kelvin menghadapi Donatus Fios dari Nusa Tenggara Timur, lawan tangguh yang gesit dan agresif.
Pertarungan berlangsung ketat, namun kepercayaan diri dan penguasaan teknik membuat Kelvin mampu menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.
“Lawan saya cukup bagus dan keras. Tapi di atas matras, semua kembali ke penguasaan teknik. Siapa yang lebih tenang, dia yang jadi pemenang,” ucapnya.
Baca Juga: Menuju French Open 2025: Pebulutangkis Indonesia Diuji Undian Sulit di Prancis
Bagi Kelvin, medali emas ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk persembahan untuk tanah kelahirannya.
Artikel Terkait
PON Bela Diri 2025: Pencak Silat Prioritaskan Keselamatan Atlet
Shorinji Kempo Mulai Dipertandingkan di PON Bela Diri 2025, Diikuti 314 Atlet dari 29 Provinsi
Jadwal Lengkap Matchday Ketiga Liga Champions: Barcelona, Real Madrid, Arsenal Menjamu Lawan Berat
Memahami Pengujian Performa Laboratorium dan Data
Prediksi Barcelona Vs Olympiacos: Menindas yang Lemah
Mason Greenwood Pecahkan Rekor 30 Tahun di Marseille