SportlinkNews - Pelaksanaan PON Bela Diri 2025 di Kudus dinilai Ketum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman berlangsung sukses meski masih menyisakan pertandingan tahap ketiga yang akan dimulai pada Kamis, 23 Oktober 2025.
PON Bela Diri mampu menghadirkan persaingan ketat diantara peserta yang tentunya akan memicu upaya untuk tampil lebih baik lagi.
Selain itu, Marciano melihat, PON Bela Diri 2025 juga memperlihatkan sinergi yang ideal antara pembinaan olahraga dan dukungan pihak swasta.
Baca Juga: Hasil Super League: Dewa United Telan Kekalahan di Kandang PSIM, Nermin Haljeta Cetak Brace
“PON Bela Diri ini juga tidak akan berjalan tanpa dukungan dari Djarum Foundation,” ujar Marciano Norman, Selasa, 21 Oktober 2025.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ajang ini menjadi dasar bagi KONI Pusat untuk menjadikan PON Bela Diri sebagai event dua tahunan.
Rencana tersebut sudah dibahas bersama Djarum Foundation dan pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan pembinaan atlet bela diri di Indonesia.
“Insya Allah ajang ini akan digelar dua tahun sekali," ujar Marciano Norman.
"Dengan semakin banyak event seperti ini, saya yakin prestasi atlet-atlet bela diri kita akan meningkat, bukan hanya di SEA Games, tapi bisa sampai Asian Games dan Olimpiade,” tambahnya.
Marciano menjelaskan, PON Bela Diri bisa menjadi wadah seleksi nasional sekaligus tolok ukur pembinaan di berbagai cabang bela diri.
Dari catatan KONI Pusat, cabang olahraga bela diri menjadi penyumbang terbesar bagi perolehan medali Indonesia di ajang internasional.
Sekitar 30 persen medali yang diraih Indonesia di ajang SEA Games berasal dari cabor seperti Pencak Silat, Taekwondo, Shorinji Kempo, hingga Sambo.
Artikel Terkait
Kejutan di PON Bela Diri 2025, DIY Sabet 1 Emas Cabor Taekwondo
PON Bela Diri 2025: Pencak Silat Prioritaskan Keselamatan Atlet
Maluku Kirim Kode Keras di Cabang Olahraga Shorinji Kempo Nomor Randori Perorangan PON Bela Diri 2025
Raih Tujuh Emas, Kontingen DKI Jakarta Raih Juara Umum Shorinji Kempo PON Bela Diri 2025