“Menurut saya, Umar perlu berlatih di bawah bimbingan Sam Calavitta, pelatih fisik yang sangat berpengalaman meningkatkan performa atlet."
"Dengan begitu, dia bisa tampil dalam kondisi terbaik untuk mengalahkan Merab.”
Baca Juga: FIFA Periksa Detail Kasus Naturalisasi, Malaysia Terancam Hukuman Berat
Dillashaw menjelaskan, gaya bertarung Nurmagomedov yang agresif dan berkecepatan tinggi sering menjadi keunggulannya.
Namun, kecepatan tersebut bisa menjadi kelemahan jika lawan mampu bertahan dalam tempo panjang.
“Umar biasanya mendominasi dengan kecepatan dan tekniknya."
Baca Juga: Putri Kusuma Wardani Fokus ke Semifinal Hylo Open 2025 Lawan Unnati Hooda
"Tapi ketika lawan tidak menyerah, tempo yang cepat justru bisa membuatnya kelelahan,” tambahnya.
Masukan tersebut dianggap relevan, mengingat Dillashaw memiliki rekam jejak luar biasa di UFC.
Mantan juara kelas bantam asal Amerika Serikat itu dikenal sebagai salah satu petarung paling teknis di masanya.
Baca Juga: Bojan Hodak Siapkan Strategi Ampuh Meredam Serangan Bali United FC
Meski sempat tersandung kasus doping, kariernya di dalam oktagon tetap disegani, termasuk ketika ia dua kali mempertahankan sabuk juara melawan Joe Soto dan Renan Barao.
Meski demikian, potensi pertemuan ulang antara Umar Nurmagomedov dan Merab Dvalishvili masih sebatas wacana.
Belum ada kepastian resmi dari pihak UFC terkait jadwal duel tersebut.
Baca Juga: Dikalahkan PSIM Yogyakarta, Ong Kim Swee: Kartu Merah untuk Henhen Merusak Permainan
Artikel Terkait
Pusat Komunitas West Ham United Buka Kantor Baru, Jangkau 60 Ribu Orang Melalui Program Sosial
Data dan Fakta Menarik Jelang Duel Liverpool vs Aston Villa di Liga Primer Pekan ke-10
Jadwal Pertandingan Serie A Pekan ke-10: Napoli Ditantang Como dan Tim Jay Idzes Bakal Diuji Genoa
Kylian Mbappe Terima Penghargaan Golden Boot, Cetak 44 Gol dalam Musim Debutnya di Real Madrid
Bali United FC Siapkan Strategi Matang Redam Serangan Persib Bandung