Pertarungan keduanya dianggap lebih ideal mengingat posisi dan popularitas Topuria sebagai pemegang sabuk kelas ringan.
Baca Juga: Menpora Erick Thohir Meminta Cabang Olahraga untuk Menyerahkan Road Maps Multievent
Namun rencana itu batal terwujud karena Topuria memutuskan untuk beristirahat dan fokus menyelesaikan masalah keluarga dalam tiga bulan ke depan.
“Saya tidak tahu apakah itu, kamu tahu, teori saya adalah seharusnya Paddy melawan Ilia,” ucap O'Malley.
“Itulah yang seharusnya terjadi, dan kamu tahu mereka benar-benar berusaha keras untuk mewujudkan pertarungan itu, tetapi mereka tidak berhasil,” jelasnya.
Baca Juga: Islam Makhachev Cari Lawan Baru, Sean Brady Tunjuk Nama yang Lebih Pantas dari Kamaru Usman
Di sisi lain, UFC 324 tidak hanya menghadirkan duel Pimblett vs Gaethje.
Sean O’Malley sendiri juga akan naik oktagon dalam ajang yang sama.
Ia dijadwalkan menghadapi petarung asal China, Song Yadong, dalam salah satu laga pendukung yang diprediksi turut menarik perhatian penggemar.
Baca Juga: IBL dan Blackmores Gelar Program Junior Hoopers untuk Pembinaan Atlet Muda Basket
Dengan berbagai dinamika tersebut, UFC 324 diprediksi menjadi salah satu gelaran terbesar pada awal tahun 2025.
Pertarungan antara Pimblett dan Gaethje akan menjadi penentu penting dalam peta persaingan kelas ringan, sementara duel O’Malley melawan Yadong turut menambah daya tarik acara.
Meski demikian, pernyataan O’Malley memunculkan diskusi baru tentang arah matchmaking UFC dan bagaimana keputusan itu memengaruhi harapan publik terhadap pertandingan-pertandingan besar di masa depan.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Van Gastel Puji Performa Kiper Ketiga PSIM Meski Dua Kali Kebobolan di Laga Melawan Persija
Usai Drama Manahan, Tomas Trucha Terpilih Kembali Jadi Pelatih Terbaik Pekan ke-14 Super League 2025/26
Jadwal Padat dan Menantang bagi Persib Selama Desember, Mampukah Mempertahankan Tren Positif?
Persis Solo di Dasar Klasemen, Ancaman Degradasi Super League 2025-2026 Kian Nyata
Tomas Trucha Kembali Raih Coach of The Week, PSM Makassar Melonjak ke Papan Tengah