“Tetapi, dia akhirnya tetap disabung dengannya...”
Baca Juga: Erling Haaland Ungkap Rasa Kecewa Usai Man City Kalahkan Real Madrid, Penyebabnya Mbappe
Taktarov melanjutkan, “Itu karena satu petarung tidak boleh menang dalam waktu terlalu lama."
Mereka bilang, hal semacam ini tidak baik untuk bisnis.”
Tidak berhenti di situ, ia menambahkan, “Dia pasti juga bermimpi soal kekalahan Islam Makhachev.”
Baca Juga: Hasil Lengkap Matchday 6 Liga Champions 2025/26: Arsenal Masih Tangguh
Menurut Taktarov, UFC bahkan memiliki rencana tersembunyi untuk mendatangkan sosok yang diyakini mampu menghentikan dominasi Makhachev, yakni Ilia Topuria.
“Oleh karena itu, dia berusaha mempertemuan dia dengan Ilia Topuria,” tukasnya.
Ia lalu menegaskan, “Karena dia adalah satu-satunya orang yang bisa mengalahkannya.”
Baca Juga: Lion City Sailors Tersingkir, Bangkok United Kesulitan Menemukan Ritme Permainan Saat Melawan Persib
Meski demikian, klaim Taktarov ini belum dapat dibuktikan dan cenderung bersifat spekulatif.
Industri UFC justru kerap diuntungkan oleh keberadaan petarung dominan yang mampu menciptakan narasi rivalitas baru, meningkatkan penjualan pay-per-view, dan memperluas basis penggemar.
Terlepas dari berbagai opini tersebut, Makhachev saat ini belum mendapatkan lawan resmi untuk pertarungan berikutnya.
Baca Juga: SEA Games 2025: Peluang Timnas Indonesia U-22 di Ujung Tanduk, Mental Pemain Tetap Terjaga
Namun, satu nama telah muncul sebagai target berikutnya, yakni mantan juara kelas welter, Kamaru Usman.
Artikel Terkait
Bintang Tenis yang Menghadapi Kecaman karena Operasi Pembesaran Payudara Bergabung dengan OnlyFans
SEA Games 2025: Emas Keenam Indonesia Diraih Rendy Varera
Sempat Disorot Tajam, Ramon Tanque Berhasil Membawa Persib ke Babak 16 Besar AFC Champions League Two
Persib Juara Grup G AFC Champions League Two, Bojan Hodak: Ini Catatan Bagus Bagi Sepak Bola Indonesia
Jafar/Felisha Melaju, Ganda Campuran Indonesia Sisakan Satu Wakil di SEA Games 2025