“Dari sudut pandang saya, itu lebih seperti dia mencoba melawan Paddy daripada membantu saya,” kata Gaethje.
Baca Juga: Deretan Tugas Menanti Pelatih Timnas U20 Nova Arianto, Tidak Ada Libur Akhir Tahun yang Sempurna
Lebih lanjut, Gaethje mengaku sudah merasa nyaman dan percaya penuh terhadap tim pelatih yang selama ini mendampinginya.
Ia menegaskan tidak ingin melakukan perubahan besar dalam kamp latihannya, terutama menjelang laga sepenting perebutan gelar interim.
“Saya tidak akan mulai melakukan perubahan drastis dalam kamp latihan saya saat mempersiapkan diri untuk pertarungan ini,” ujar Gaethje.
Baca Juga: Ini Dia Bakal Calon Lawan Persib di Babak 16 Besar AFC Champions League Two
Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan terhadap tim menjadi fondasi utama dalam setiap persiapannya.
Menurut Gaethje, stabilitas dan konsistensi justru menjadi kunci menjelang duel besar.
“Saya percaya pada tim yang saya miliki,” ucapnya.
Baca Juga: Aksi Unik 9 Pembalap Red Bull Menerbangkan Pesawat Layang dengan Sepeda Balap
Selain faktor kepercayaan terhadap tim, Gaethje juga mempertimbangkan aspek strategis jangka panjang.
Ia tidak ingin melibatkan petarung yang berpotensi menjadi lawan di masa depan ke dalam kamp latihannya, karena hal tersebut dinilai berisiko.
“Saya akan membawa mitra latihan, tetapi pada akhirnya saya tidak akan membawa orang-orang yang mungkin akan saya hadapi di masa depan,” lanjut Gaethje.
Gaethje bahkan mengakui bahwa Tsarukyan adalah mitra latihan yang sangat berkualitas.
Artikel Terkait
Anomali SEA Games: Taekwondo Kamboja Lolos Final Tanpa Bertanding, Thailand Meraih Medali Emas
Tether Umumkan Tawaran Rp 16,9 Triliun untuk Membeli Juventus
Alarm bagi Xabi Alonso, Real Madrid Kehilangan 11 Pemain Melawan Alaves
Catatan Menarik Duel Liverpool vs Brighton: Mampukah Brighton Mengatasi Keangkeran Anfiled?
Jadwal Pertandingan Liga Serie A Pekan ke-15: AC Milan Ditantang Sassuolo, Jay Idzes Siap Berjibaku