"Kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta yang datang ke Indonesia," tambah Rafael.
Ia menambahkan, manfaat kejuaraan ini tidak hanya dirasakan dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menjadi tolok ukur perkembangan pembinaan atlet nasional.
Baca Juga: Tajam Sebelum Jeda, Timnas Indonesia Tampil Produktif di Bawah John Herdman
"Ajang ini menjadi kesempatan emas bagi atlet Indonesia untuk berhadapan langsung dengan atlet-atlet terbaik dunia, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan tanpa harus keluar negeri," ucapnya.
Indonesia sendiri akan menurunkan 31 atlet yang tampil pada nomor kyorugi dan poomsae. Mereka akan berhadapan dengan para peraih medali internasional yang tengah memburu poin penting menuju berbagai kejuaraan dunia.
Rangkaian pertandingan akan dibuka dengan nomor Poomsae Recognized dan Freestyle pada 1-2 Agustus, sebelum dilanjutkan nomor Kyorugi Senior putra dan putri pada 3-5 Agustus.
Baca Juga: Alur Penyebab KFA Jatuhi Shin Tae-yong Sanksi Larangan Melatih Sedekade
Indonesia memanfaatkan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 bukan hanya untuk memburu prestasi, tetapi juga menegaskan kapasitas sebagai tuan rumah turnamen taekwondo kelas dunia.
Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet Merah Putih menguji kemampuan dan daya saing melawan para taekwondoin elite internasional.
Artikel Terkait
Kejutan di PON Bela Diri 2025, DIY Sabet 1 Emas Cabor Taekwondo
Anomali SEA Games: Taekwondo Kamboja Lolos Final Tanpa Bertanding, Thailand Meraih Medali Emas
Kejuaraan Taekwondo KONI Cup Series 6 Jadi Jendela PB TI Menjaring Cikal Bakal Atlet Muda
Melanggar Prosedur dan AD/ART, Muskab Taekwondo Indonesia Kebumen Diminta Diulang
Peraih Emas Taekwondo Hajar KO Brutal Lawannya di Atas Ring