SportlinkNews - Dricus du Plessis menilai calon lawannya di UFC 319, Khamzat Chimaev, bukanlah tantangan paling berat yang pernah dia hadapi.
Petarung asal Afrika Selatan itu menyoroti perjalanan kariernya yang telah membawanya menghadapi sejumlah lawan tangguh sepanjang karier profesionalnya.
Sepanjang karier MMA, Du Plessis tercatat sudah menjalani 25 pertarungan dengan rekor 23 kemenangan dan dua kekalahan.
Baca Juga: Marc Marquez Puncaki Latihan MotoGP Austria, Tetap Anggap Pecco Bagnaia Rival Utama
Dalam ajang UFC, ia belum pernah kalah dalam sembilan laga terakhirnya, menegaskan dominasinya di divisi kelas menengah.
Prestasi gemilangnya antara lain mencakup kemenangan atas petarung-petarung ternama, termasuk mantan juara kelas menengah, Israel Adesanya.
Du Plessis, yang dijuluki Stillknocks, mulai mengukir reputasinya di kelas menengah sejak tahun 2024.
Baca Juga: Dewa United Terpuruk di Awal Musim, Ancaman Ulangi Nasib Madura United
Salah satu momen puncaknya adalah kemenangan KO atas Sean Strickland, yang menempatkan Du Plessis di posisi teratas divisi tersebut.
Menyikapi pertarungan melawan Chimaev, Du Plessis menganggap lawan yang dihadapinya sebelumnya lebih menantang.
Oleh sebab itu, duel besok ia anggap sebagai ujian tambahan, bukan pertarungan yang terlalu istimewa, meski Chimaev memiliki rekor tak terkalahkan.
Baca Juga: Dewa United Diperkuat 7 Pemain Timnas Indonesia, tapi Masih Tanpa Kemenangan
"Ini adalah kesempatan yang bagus," kata Du Plessis dikutip dari Championat.com.
"Saya sudah mengalahkan lawan-lawan saya sebelumnya. Dan dia bukanlah lawan terberat dalam karier saya. Saya rasa ini hanyalah ujian lainnya bagi saya."