SportlinkNews - Kontingen Jawa Timur akhirnya berhasil merebut kembali podium tertinggi cabang olahraga jujitsu pada ajang tingkat nasional.
Gelar juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang digelar di Kudus ini menjadi pencapaian keempat secara beruntun bagi Jawa Timur.
Sebelum hari terakhir pertandingan jujitsu pada Sabtu, 25 Oktober 2025, Jawa Timur masih berada di peringkat ketiga, di bawah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Namun, tambahan dua medali emas pada hari terakhir dari nomor Newaza -62 kg putri dan Newaza -77 kg putra berhasil mendongkrak posisi mereka, hingga akhirnya menggeser Jawa Barat dan merebut gelar juara umum pada cabang olahraga ini.
Baca Juga: Brendan Allen Ejek Dricus du Plessis yang Diam Setelah Kalah dari Khamzat Chimaev
Jawa Timur tampil impresif dengan capaian akhir lima emas, dua perak, dan satu perunggu, mengungguli Jawa Barat yang hanya meraih empat emas, tiga perak, dan tiga perunggu.
Ketua Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Jawa Timur, Eko Surcahyo, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung keberhasilan para atlet.
"Kita dari Jawa Timur mengapresiasi luar biasa dan sangat berterima kasih. Yang pertama kepada Djarum yang sudah memberikan fasilitas luar biasa sehingga PON Bela Diri 2025 bisa terlaksana dengan megah," katanya di Djarum Arena, GOR Kaliputu, Kudus.
"Kedua, kepada KONI Jawa Timur yang telah mendidik, membina, dan mengawal atlet-atlet kita sampai bisa menjadi juara umum," tambah Eko.
Eko menegaskan bahwa Jawa Timur adalah provinsi dengan tradisi juara yang selalu dijaga dari waktu ke waktu. Ia menambahkan, capaian ini bukan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di masa mendatang.
"Hari ini kita mempertahankan tradisi juara umum. Sudah empat kali berturut-turut, dan ini akan kita pertahankan dengan kualitas yang lebih baik lagi," lanjutnya.
Selain itu, Eko juga berharap agar cabang olahraga jujitsu bisa masuk dalam ajang PON 2028 di Lombok-NTB, sebagaimana olahraga lain yang telah lebih dulu tampil di multi-event nasional tersebut.
"Saya yakin prestasi ini akan jadi pertimbangan agar jujitsu bisa tampil di PON 2028. Kami ingin mempersembahkan hasil ini untuk KONI Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur yang selama ini selalu mendukung kami," ucapnya.
Baca Juga: TMJ Akui Sulit Lepas dari Hukuman FIFA atas Kasus Pemain Naturalisasi Malaysia
Terkait kehadiran atlet pelatnas dalam ajang ini, Eko menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka menjadi ajang pemanasan menjelang SEA Games mendatang.
"Atlet Pelatnas main di sini sebagai ajang pemanasan sekaligus unjuk kemampuan. Kita harapkan atlet pelatnas dari Jawa Timur menjadi yang terbanyak dan mampu membawa nama Indonesia di SEA Games maupun Asian Games," katanya.
Sementara itu, para atlet jujitsu Jawa Timur mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas hasil yang diraih.
Ilma Yeni Megawati, salah satu atlet putri, mengatakan rasa syukurnya. Karena setiap hari dirinya dan rekan-rekannya sudah mengorbankan waktu dan tenaga untuk latihan. "Jadi ini hasil yang sesuai dengan tujuan.
Baca Juga: Ramadhan Sananta Akui Masih Kecewa Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
Atlet peraih medali emas, Stefany Kinky Henandita pun menambahkan singkat. Bahwa pencapaian ini tidak instan, semua diraih dengan melalui hasil kerja keras.
Sedangkan Alfonsus Michael Wibisono, yang juga sukses merebut emas, mengaku pencapaian kali ini sangat berkesan. Mengingat ini merupakan debut pertamanya bersama Jawa Timur.
"Jujur, ini pertama kali saya mewakili Jatim dan dapat emas. Tahun lalu saya kalah di 8 besar, tapi itu jadi pelajaran berharga. Saya berlatih keras setiap hari, dan akhirnya impian saya menjadi juara satu tercapai," pungkasnya.