"Ia petarung natural di kelas welter, dengan teknik tinju yang sangat indah dan efektif."
"Menurut saya, Jack mungkin adalah petarung dengan teknik tinju terbaik di UFC saat ini,” ujarnya menambahkan.
Baca Juga: Simon Tahamata: Timnas Indonesia Butuh Pemain Berkarakter, Bukan Sekadar Berbakat
Seperti disinggung Bisping, Della Maddalena memang memiliki rekor impresif.
Sejak debut profesionalnya, ia hanya kalah dua kali dan keduanya terjadi di awal karier.
Setelah bergabung dengan UFC melalui ajang Dana White’s Contender Series pada 2022, Della Maddalena tampil tak terbendung.
Baca Juga: Bukan Dipanggil Timnas, Luke Xavier Keet Ternyata Hanya Berada di Jakarta
Ia sukses meraih enam kemenangan beruntun, termasuk menumbangkan dua nama besar, Kevin Holland dan Gilbert Burns, yang mengantarkannya ke laga perebutan sabuk juara.
Kemenangan atas Belal Muhammad menjadi momen puncak kariernya, menjadikannya penguasa baru divisi welter UFC.
Kini, ujian berat menantinya. Lawan berikutnya, Islam Makhachev, bukan sosok sembarangan.
Baca Juga: Puma Luncurkan Bola Musim Dingin untuk Kompetisi LaLiga 2025/26
Dikenal sebagai murid sekaligus sahabat Khabib Nurmagomedov, Makhachev memiliki kemampuan grappling dan ground control yang sangat berbahaya.
Duel antara Della Maddalena dan Makhachev pun diprediksi akan menjadi pertarungan gaya berbeda, adu pukulan eksplosif melawan kemampuan kuncian kelas dunia.
Makhachev yang naik kelas dari divisi ringan diyakini tak akan mudah ditaklukkan.
Baca Juga: Tuduhan Monopoli Tiket Laga Timnas Indonesia, Garuda Saudi: Itu Hoaks