SportlinkNews - Persaingan menuju gelar FIBA 3x3 Women's Series Marseille 2026 dipastikan berlangsung sengit.
Seri yang digelar di Parc Chanot, Marseille, Prancis, pada 5-6 Juli nanti, mempertemukan sejumlah tim elite dunia yang siap berebut podium tertinggi.
Turnamen kali ini menghadirkan delapan unggulan utama, dipimpin Neftchi Socar dari Azerbaijan yang menempati posisi teratas.
Baca Juga: Janice Tjen Terhenti di Babak Kedua Wimbledon, Kini Fokus di Nomor Ganda
Meski tampil kurang maksimal pada seri Poitiers, Neftchi Socar datang dengan tekad bangkit setelah menjalani musim yang impresif.
Kanada menjadi unggulan kedua sekaligus salah satu kandidat kuat juara. Status runner-up pada seri Poitiers menjadi modal penting bagi tim tersebut untuk kembali bersaing di papan atas dengan mengandalkan permainan fisik dan kedalaman skuad.
Sementara itu, Madrid dari Spanyol mengusung kepercayaan diri tinggi sebagai unggulan ketiga setelah sukses menjuarai Women's Series Wina musim ini.
Baca Juga: Leani Ratri Borong Lima Emas pada Tur Eropa Para Badminton 2026
Adapun tuan rumah Prancis berada di posisi unggulan keempat dan diprediksi memperoleh suntikan semangat dari dukungan publik sendiri.
Persaingan juga diramaikan Beijing dari Tiongkok yang menempati unggulan kelima serta Prancis U25 di posisi keenam. Italia dan Slovakia melengkapi daftar delapan unggulan teratas yang berpeluang memberi kejutan sepanjang turnamen.
Sebelum memasuki babak utama, enam tim lebih dulu harus melewati fase kualifikasi.
Baca Juga: Krisis Ganda Sepak Bola Jerman, Usai Tersingkir dari Piala Dunia Kantor DFB Digeledah Polisi
Grup A dihuni Benin, Portugal, dan Uganda, sedangkan Grup B mempertemukan Slovakia U23, Fuengirola dari Spanyol, serta Ottawa dari Kanada. Hanya juara masing-masing grup yang berhak melangkah ke babak utama.
Pada fase utama, Neftchi Socar tergabung di Grup A bersama Slovakia dan Hungaria. Grup B mempertemukan Kanada, Italia, serta Roma dari Italia.
Grup C mempertemukan Madrid, Prancis U25, dan pemenang Grup A kualifikasi. Sementara Grup D diisi tuan rumah Prancis, Beijing, serta pemenang Grup B kualifikasi.
Baca Juga: Leani Ratri Borong Lima Emas pada Tur Eropa Para Badminton 2026
Komposisi peserta tersebut membuat persaingan diperkirakan berlangsung terbuka.
Selain tim-tim unggulan yang sudah memiliki pengalaman di level tertinggi, sejumlah penantang dan tim kualifikasi berpotensi menciptakan kejutan sepanjang akhir pekan di Marseille.
Dengan hadirnya sederet tim unggulan dunia, seri Marseille diprediksi menjadi salah satu persaingan paling ketat dalam kalender FIBA 3x3 Women's Series 2026.
Baca Juga: Tiga Ganda Indonesia Kompak Menang di Laga Pembuka Kejuaraan Asia Junior 2026
"Parc Chanot, Marseille, akan menjadi saksi pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit dengan hadirnya deretan tim kuat dari berbagai negara," tulis FIBA dalam laman resminya.
FIBA 3x3 Women's Series merupakan rangkaian turnamen tahunan bola basket 3x3 putri yang digelar di berbagai negara sepanjang musim.
Setiap seri memberikan poin penting untuk klasemen musim sekaligus menjadi penentu menuju putaran final pada akhir tahun.
Baca Juga: Tiga Ganda Indonesia Kompak Menang di Laga Pembuka Kejuaraan Asia Junior 2026
"Persaingan di Marseille diperkirakan berlangsung ketat dengan hadirnya tim-tim unggulan, penantang baru, serta sejumlah kuda hitam yang berpeluang menciptakan kejutan," demikian keterangan FIBA.
Artikel Terkait
McLaren Luncurkan Livery Google Gemini untuk Grand Prix F1 Inggris
Menpora: Olahraga Bukan Beban Anggaran, tetapi Peluang Pendapatan Negara
Dua Tunggal Indonesia Tersingkir di Kejuaraan Asia Junior 2026
Tiga Ganda Indonesia Kompak Menang di Laga Pembuka Kejuaraan Asia Junior 2026
Leani Ratri Borong Lima Emas pada Tur Eropa Para Badminton 2026