SportlinkNews - Langkah ganda putra Indonesia di babak pertama China Masters 2025 menghasilkan catatan beragam.
Dari tiga wakil yang tampil di babak pertama, Selasa, 16 September 2025, hanya pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang berhasil melaju ke babak 16 besar.
Sementara itu, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani serta duet baru Muhammad Rian Ardianto/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan harus pulang lebih awal.
Fajar/Fikri tampil percaya diri saat menghadapi wakil tuan rumah, Huang Di/Liu Yang, dan menang meyakinkan 21-10, 21-17. Fajar mengaku kemenangan ini berkat komunikasi intensif dengan partnernya agar tidak lengah di setiap poin.
Baca Juga: PSSI Tinjau Kinerja Gerald Vanenburg, Fokus Persiapan SEA Games Thailand
"Alhamdulillah kami bisa bermain enjoy. Lawan sedang naik daun, jadi saya terus berkomunikasi dengan Fikri agar tidak memberikan mereka kesempatan berkembang. Kami mencoba terus menekan," ujar Fajar.
Fikri menambahkan, kunci kemenangan terletak pada servis dan permainan cepat di awal reli. "Di gim kedua lawan ubah pola, jadi sempat alot kejar-kejaran poin. Tapi akhirnya bisa kami atasi," ungkapnya.
Dengan hasil ini, Fajar/Fikri melanjutkan tren positif setelah sebelumnya menjuarai China Open 2025.
Baca Juga: PSSI Siapkan Piala Presiden 2026 untuk Klub Daerah, Fokus ke Penguatan Sepak Bola Grassroots
Sayangnya, hasil apik Faja/Fikri gagal diikuti dua ganda putra lainnya. Unggulan ketujuh, Sabar/Reza justru tumbang di tangan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor 16-21, 20-22.
Kekalahan ini disayangkan, karena di gim kedua mereka sempat mencapai game point, 20-16 sebelum akhirnya bermain terburu-buru ingin menyelesaikan permainan. Di situ petaka terjadi.
"Kami sudah di posisi unggul tapi tidak bisa menyelesaikan. Terlalu terburu-buru dan malah mati sendiri, itu sangat merugikan," sesal Sabar.
Baca Juga: Timnas Indonesia Minim Persiapan, Tantangan Berat Menanti di Arab Saudi
Reza menambahkan bahwa mereka kalah di ketenangan saat poin-poin kritis. Sementara berbicara permainan, ia mengaku tidak banyak yang berubah dari Hong Kong Open pekan lalu.
"Secara permainan sama dengan minggu lalu, tapi kali ini banyak mati sendiri," katanya.
Kisah tragis juga terjadi kepada pasangan Rian/Yeremia yang menjalani debut sebagai partner baru di turnamen ini. Kisah mereka di BWF Super 750 ini berakhir dramatis
Hampir membuat kejutan, tapi pada akhirnya hasilnya belum sesuai. Rian/Yeremiah masih kalah dari unggulan ketiga asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dengan skor 21-12, 11-21, 20-22.
Baca Juga: Irak Waspadai Timnas Indonesia dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Rian mengaku pengalaman ini sangat berharga meski berakhir dengan kekalahan. Ia mengaku tidak mengantisipasi meningkatnya kepercayaan diri lawan.
"Di poin-poin krusial kami kurang yakin. Ini jadi evaluasi untuk saya pribadi," kata Rian.
"Di gim ketiga setelah interval kami belum menemukan pola yang tepat. Setelah tertinggal jauh coba main nothing to lose, tapi sayang di setting tidak bisa memanfaatkan momentum," tambah Yeremiah.
Baca Juga: Marc Marquez Bertekad Akhiri Kutukan Gagal Finis di Sirkuit Mandalika
Meski kalah, keduanya merasa cukup kompak karena terbiasa diputar pasangannya saat latihan.
"Senang bisa duet dengan mas Rian, langsung klop karena saling percaya," tukas Yeremiah lagi.
Artikel Terkait
PBSI Pisahkan Fajar/Rian, Muhammad Rian Ardianto Disiapkan Dua Tandem Baru
China Masters 2025: Kata Duo Mainaky Tentang Hasil Anak Asuhnya di Hong Kong
Gregoria Mundur, Indonesia Tampil dengan 14 Wakil di China Masters 2025
Jonatan Christie dan Sabar/Reza Angkat Optimisme, Bidik Hasil Lebih Tinggi di China Masters 2025
China Masters 2025: Jonatan Christie hingga Ganda Putri Indonesia Hadapi Tantangan Berat di Laga Perdana