Hadapi Chiu Pin-Chian, Gregoria Bidik Kebangkitan di Kumamoto Masters 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 15 November 2025 | 06:20 WIB
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung jadi asa terakhir Merah Putih di Kumamoto Masters 2025. (PBSI)
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung jadi asa terakhir Merah Putih di Kumamoto Masters 2025. (PBSI)

SportlinkNews - Setelah 10 bulan tak pernah menembus semifinal, tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, Sabtu, 15 November 2025, akan berjuang mengembalikan performanya ke level terbaik di babak empat besar Kumamoto Masters 2025.

Di semifinal yang akan berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Gregoria akan menghadapi pemain muda, unggulan ketujuh asal Taipei, Chiu Pin-Chian.

Dibandingkan dua semifinalis lain, Ratchanok Intanon dan Nozomi Okuhara, nama Chiu memang belum sepopuler para peraih gelar dunia tersebut.

Baca Juga: Validasi Pemain Masuki Tahap Akhir, Timnas U-22 SEA Games 2025 Siap Tetapkan 23 Nama

Namun sosok pemain muda itu belakangan mencuri perhatian, terutama setelah ia menjuarai Korea Masters BWF Super 300 pekan lalu.

Menghadapi lawan yang tengah percaya diri, Gregoria memilih tidak terbebani. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memperbaiki kualitas permainan sendiri.

"Setelah pertandingan perempat final ini, saya akan evaluasi dan mempelajari lawan. Fokus saya hanya menyiapkan diri sebaik mungkin untuk semifinal," ujarnya.

Baca Juga: IBL Tune Up Games Jadi Ajang Pemanasan dan Simulasi Pertandingan Menjelang Musim Kompetisi 2026

Selain Gregoria yang berusaha mengembalikan performanya, ternyata Turnamen Kumamoto Masters tahun ini juga menjadi panggung kebangkitan bagi dua mantan ratu bulu tangkis dunia, Ratchanok Intanon dan Nozomi Okuhara.

Dengan absennya sejumlah pemain papan atas, keduanya memanfaatkan momentum untuk kembali bersinar.

Keduanya akan saling berhadapan di laga semifinal, dan siapapun pemenangnya akan menghadapi Gregoria bila ia mampu menaklukkan Chiu Pin-Chian.

Pertandingan semifinal ini akan menentukan apakah Gregoria mampu melanjutkan kebangkitannya dan kembali ke persaingan level tertinggi.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X