Gregoria Jadi Satu-satunya Harapan Indonesia di Kumamoto Masters 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 13 November 2025 | 22:43 WIB
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung menuju perempat final Kumamoto Masters 2025, Kamis, 13 November 2025. Ia jadi satu-satunya wakil Indonesia tersisa di turnamen BWF Super 500 ini.  (PBSI)
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung menuju perempat final Kumamoto Masters 2025, Kamis, 13 November 2025. Ia jadi satu-satunya wakil Indonesia tersisa di turnamen BWF Super 500 ini. (PBSI)

SportlinkNews - Harapan Indonesia di Kumamoto Masters 2025 kini bertumpu pada Gregoria Mariska Tunjung. Tunggal putri andalan Merah Putih itu menjadi satu-satunya wakil yang masih bertahan di ajang BWF World Tour Super 500 tersebut.

Bertanding di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang, Kamis, 13 November 2025, Gregoria yang menempati unggulan keempat menang dengan skor 23-21, 21-18.

Kemenangan ini diraihnya lewat perjuangan keras setelah sempat tertinggal jauh di awal gim pertama.

Baca Juga: Islam Makhachev Akui akan Langsung Pensiun bila Khabib Nurmagomedov yang Menyuruh

Gregoria bahkan sempat tertinggal jauh 1-13, namun ia menunjukkan ketenangan dan daya juang luar biasa untuk membalikkan keadaan.

Dia meraih enam poin beruntun, memaksa adu setting, lalu menuntaskan gim pertama dengan keunggulan tipis.

"Saya bersyukur bisa menang hari ini. Di awal memang sempat tertinggal jauh, tapi saya coba tetap tenang dan tidak fokus pada angka," ucapnya. 

Baca Juga: Jelang Uji Coba Lawan Mali U-22: Indra Sjafri Tak Kejar Menang, Fokus Bentuk Tim Emas SEA Games 2025

"Setelah interval, permainan saya membaik dan bisa menjauhkan bola dari jangkauan lawan," tambah Gregoria usai pertandingan.

Kemenangan ini terasa spesial bagi Gregoria. Setelah sempat terhenti di babak awal pada Denmark Open dan French Open 2025, langkah ke delapan besar menjadi sinyal positif kebangkitannya.

"Kembali ke perempat final itu langkah kecil tapi penting. Saya bersyukur karena beberapa turnamen terakhir performa saya menurun akibat sakit. Hasil ini jadi motivasi untuk terus bangkit," tambahnya.

Baca Juga: Islam Makhachev Akui akan Langsung Pensiun bila Khabib Nurmagomedov yang MenyuruhGugur 

Sementara Gregoria melaju, hasil berbeda didapat tiga wakil Indonesia lainnya yang harus tersingkir di babak 16 besar.

Di sektor tunggal putri, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi gagal melanjutkan langkah setelah dikalahkan wakil Jepang, Asuka Takahashi, dengan skor 21-10, 16-21, 12-21.

"Di gim pertama saya diuntungkan karena lawan banyak salah. Tapi setelah itu dia mulai menemukan ritmenya, dan saya kesulitan mengembangkan permainan," kata Dhinda.

Baca Juga: Timnas U-22 Vietnam Menang atas China di Panda Cup 2025, Modal Jelang SEA Games

Cedera pada telapak kaki kanannya juga membuat Dhinda tidak bisa tampil maksimal.

"Ada luka robek yang cukup perih, jadi pergerakan saya terbatas. Setelah ini saya harus memperkuat power dan stamina, karena di level atas keuletan saja tidak cukup," ujarnya.

Bukan hanya Dhinda, Alwi Farhan dan Apriyani Rahayu/Situ Fadia pun juga tersingkir di 16 Besar. Alwi Farhan (tunggal putra) gagal melangkah lebih jauh setelah dikalahkan wakil Taiwan, Wang Tzu Wei, dua gim langsung 19-21, 12-21.

Baca Juga: Pinjam Mobil Ferrari SF-23, Cadillac Jalani Simulasi Balap F1 di Imola Uji Kemampuan 20 Personelnya

Alwi sebenarnya sempat memimpin di gim pertama, namun kehilangan momentum saat Wang menaikkan tempo permainan.

"Sayang sekali saya tidak bisa memanfaatkan peluang di gim pertama. Lawan mengubah kecepatan permainan dan saya panik sendiri," ujar Alwi.

"Ini jadi pelajaran penting buat saya. Sekarang fokus ke Australian Open pekan depan," tambahnya.

Baca Juga: Audi Luncurkan Mobil F1 Konsep R26, Bidik Gelar Juara Dunia F1 2030

Sedangkan dari sektor ganda putri, pasangan Apriyani/Fadia harus mengakui keunggulan unggulan ketiga asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, dengan skor 10-21, 16-21.

"Lawan hari ini bermain sangat rapi dan bisa membaca pola cepat kami. Eksekusi kami juga kurang tenang, jadi malah ragu sendiri," kata Apriyani.

Fadia menambahkan bahwa pengalaman melawan pasangan tangguh Jepang itu akan menjadi bahan evaluasi penting menjelang turnamen berikutnya.

Baca Juga: Tiger Woods Tabrakan Setelah Bertengkar dengan Istrinya, Drama Perselingkuhan Tiba-tiba Terbongkar

"Kami sudah coba ubah pola di gim kedua, tapi memang belum maksimal. Yuki dan Mayu punya kombinasi power dan speed yang sulit dihadapi," ujarnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X