Hasil Minor Warnai Langkah Jonatan dan Fajar/Fikri di BWF World Tour Finals 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 19 Desember 2025 | 23:02 WIB
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie catatan hasil minor di BWF World Tour Finals 2025. Finis tanpa kemenangan satu pun. (PBSI)
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie catatan hasil minor di BWF World Tour Finals 2025. Finis tanpa kemenangan satu pun. (PBSI)

SportlinkNews - Hasil minor mewarnai langkah dua wakil Indonesia, pada sektor tunggal putra dan ganda putra pada BWF World Tour Finals 2025

Pada pertandingan penutup fase grup di Hangzhou Olympic Sports Center Gymnasium, Jumat, 19 Desember 2025, Jonatan Christie kembali gagal meraih poin kemenangan.

Ia masih harus mengakui keunggulan lawan. Kali ini, tunggal muda Prancis Christo Popov dalam laga tiga gim, 21-18, 16-21, 13-21.

Baca Juga: Jelang AFCON 2025, Mohamed Salah Perkenalkan Sepatu Signature F50 Elite dari adidas

Jonatan sebenarnya membuka pertandingan dengan cukup menjanjikan. Ia mampu mengamankan gim pertama sebelum kehilangan kontrol permainan pada dua gim berikutnya. 

Namun, perubahan tempo dan tekanan lawan membuat Jonatan kesulitan mempertahankan konsistensi, hingga akhirnya harus menutup turnamen tanpa satu pun kemenangan dari fase grup.

Selepas laga, Jonatan menyoroti faktor tekanan pada pertandingan level tinggi yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Baca Juga: Nafuzi Zain Bangga Usai Malaysia Amankan Medali Perunggu SEA Games 2025

Ia menilai ekspektasi besar kerap hadir bersamaan dengan laga-laga penting, sehingga memengaruhi ketenangan dan pengambilan keputusan di lapangan. 

Evaluasi bersama tim pun akan menjadi fokus ke depan. 

Situasi serupa juga dialami sektor ganda putra. Pasangan Fajar/Fikri kembali gagal memetik kemenangan pada laga terakhir Grup A setelah takluk dari unggulan China Liang Wei Keng/Wang Chang dua gim langsung, 17-21, 14-21. 

Baca Juga: Peter Cklamovski Bangga, Timnas U-22 Malaysia Obati Luka Harimau Malaya

Sejak awal pertandingan, pasangan China tampil lebih solid dan konsisten dalam menjaga ritme permainan.

Fikri mengatakan bahwa di gim pertama, dirinya dan Fajar di akhir-akhir kalah fokus dan cepat, hingga membuat permainan yang sudah terkontrol hilang lagi. 

"Dari situ, pasangan China itu bangkit lagi. Itu kesalahan kami yang jadi titik awal lawan," ucap Fikri. 

Baca Juga: Comeback ke Persis Solo, Milomir Seslija Hadapi Tantangan Lebih Berat

Berbicara hasil, evaluasinya, kata Fajar lebih kepada peningkatan stamina, speed dan power.

Apalagi di BWF World Tour Finals tahun ini dirinya merasa semua lawan sangat bagus, sehingga bila mau bersaing memang semua hal dinilainya harus ditingkatkan lagi. 

"Tahun ini adalah tahun yang luar biasa. Saya tidak berpikir partner Fikri bisa finis di Top 10 lebih cepat, padahal kita baru berjuang bersama 5-6 bulan ini. Terima kasih Fikri buat kerja kerasnya," ucap Fajar. 

Baca Juga: Xabi Alonso Minta Maaf ke Victor Valdepenas Usai Kritik Terbuka

"Menurut saya ini sungguh tidak terduga. Terima kasih juga buat Rian atas perjuangannya di karir saya selama 11 tahun dan di Januari sampai bulan Agustus kemarin," tambahnya lagi merefleksi perjalannya di tahun ini. 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X