Cedera Ganggu Performa, Sabar/Reza Gagal ke Final BWF World Tour Finals 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:48 WIB
Moh Reza Pahlevi Isfahani yang ditemani Sabar Karyaman Gutama, mendapatkan perawatan medis di pergelangan kaki kiri karena cedera, saat babak semifinal BWF World Tour Finals 2025, di Huangzhou. (PBSI)
Moh Reza Pahlevi Isfahani yang ditemani Sabar Karyaman Gutama, mendapatkan perawatan medis di pergelangan kaki kiri karena cedera, saat babak semifinal BWF World Tour Finals 2025, di Huangzhou. (PBSI)

Sabar mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian mereka yang mampu menembus empat besar turnamen penutup musim.

Menurutnya, kendala fisik yang dialami pasangannya menjadi tantangan tersendiri, namun mereka tetap berusaha tampil maksimal hingga pertandingan berakhir.

"Kami bersyukur bisa sampai semifinal. Memang kondisi Reza tidak 100 persen, khususnya di bagian pergelangan kaki kiri, sehingga pergerakannya terbatas. Meski begitu, kami sudah mencoba memberikan yang terbaik," ujar Sabar.

Baca Juga: Charity Match APPI–I.League Himpun Rp265 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera

Ia juga menilai hasil di Hangzhou sebagai penutup yang cukup positif untuk rangkaian turnamen sepanjang 2025.

Sabar mengakui perjalanan mereka selama satu musim penuh diwarnai pasang surut, namun sarat dengan pembelajaran berharga.

"Musim ini sangat dinamis, banyak naik turunnya. Tapi kami bersyukur bisa melewatinya dan semoga semua pengalaman di 2025 ini bisa menjadi bekal penting untuk menghadapi musim depan," tambahnya.

Baca Juga: Hasil Super League: Persebaya Tahan Imbang Borneo FC 2-2 di Gelora Bung Tomo

Reza sendiri mengungkapkan bahwa cedera yang dialaminya sebenarnya sudah dirasakan sejak pertandingan sebelumnya.

Rasa sakit mulai muncul saat laga melawan Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin, dan semakin terasa saat tampil di semifinal.

"Cederanya sudah terasa sejak gim kedua laga kemarin. Karena ingin maksimal dan lolos semifinal, saya tetap memaksakan bermain. Hari ini rasa sakitnya lebih parah, bahkan untuk melangkah saja cukup mengganggu," jelas Reza.

Baca Juga: Kejuaraan Taekwondo KONI Cup Series 6 Jadi Jendela PB TI Menjaring Cikal Bakal Atlet Muda

Meski sempat menjalani perawatan, kondisinya belum sepenuhnya pulih sehingga berdampak pada performa di lapangan. Ia mengakui situasi tersebut membuatnya tidak bisa bermain lepas saat menghadapi pasangan Korea Selatan.

Menatap musim 2026, Sabar/Reza menyadari tantangan akan semakin berat dengan munculnya banyak pemain muda di level atas.

Keduanya bertekad untuk terus berbenah, menjaga konsistensi, dan meningkatkan performa agar mampu bersaing di papan atas ganda putra dunia.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X