Ciptakan All-Indonesian Final, Indonesia Kunci Gelar Ganda Putra Thailand Masters 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:48 WIB
Kemenangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal Thailand Masters 2026 memastikan gelar ganda putra untuk Merah Putih, usai menciptakan all Indonesia final, melawan Leo/Bagas. (PBSI)
Kemenangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal Thailand Masters 2026 memastikan gelar ganda putra untuk Merah Putih, usai menciptakan all Indonesia final, melawan Leo/Bagas. (PBSI)

SportlinkNews - Indonesia memastikan gelar juara ganda putra Thailand Masters 2026 setelah sukses menciptakan partai all Indonesian final.

Kepastian tersebut didapat usai dua ganda Merah Putih melangkah ke babak final turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut.

Ganda putra Indonesia menciptakan final ideal dengan mempertemukan unggulan pertama Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melawan unggulan kedua, pasangan muda yang tengah naik daun, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Baca Juga: Pedro Acosta Bersiap Hengkang dari KTM, Ducati Jadi Incaran Utama

Leo/Bagas melaju ke partai puncak setelah memenangi semifinal sesama wakil Indonesia kontra kompatriotnya, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dengan skor meyakinkan 21-8, 21-18.

Pertandingan tersebut berlangsung di Nimibutr Stadium, Sabtu, 31 Januari 2026.

Sementara itu, kemenangan Raymond/Nikolaus atas wakil China, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi, memastikan Indonesia meraih gelar juara setelah terciptanya all-Indonesian final.

Baca Juga: Hasil Super League: Persib Tekuk Persis, Andrew Jung Tampil Jadi Pahlawan

Pada babak empat besar, Raymond/Joaquin menyingkirkan lawannya dalam dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-15.

Raymond mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan tersebut sekaligus menyoroti kesiapan strategi yang diterapkan sejak awal pertandingan.

"Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan diberikan kemenangan," tukasnya.

Baca Juga: AC Milan Incar Bek Baru Setelah Leon Goretzka Kian Dekat Bela Atletico

"Kami sudah mengantisipasi serangan lawan karena tahu peran masing-masing pemain mereka. Kami tidak mau kalah cepat, jadi kami lebih dulu menekan untuk mendapatkan poin," kata Raymond lagi. 

Ia juga mengingatkan bahwa pasangan China tersebut merupakan lawan berbahaya untuk ke depannya meski masih berusia muda.

Sementara itu, Joaquin menilai konsistensi strategi menjadi kunci kemenangan, terutama pada gim kedua yang berlangsung dalam kondisi lapangan berangin.

Baca Juga: Hasil Super League: Bhayangkara FC Hentikan Ambisi Malut United, Dua Gol Jebol Gawang Alan Jose

"Strateginya masih sama, yakni menyerang. Karena angin cukup terasa, kami tidak takut membuang bola ke belakang dan bisa mengantisipasi serangan mereka untuk balik menekan," katanya.

Joaquin menegaskan bahwa lolos ke final memang sudah sesuai target tim. Ia berharap dapat menampilkan permainan terbaik pada laga puncak.

"Masuk final tentu membahagiakan. Kami ingin terus bermain konsisten. Dengan kemenangan ini, tercipta all-Indonesian final dan kami berharap bisa menampilkan permainan terbaik untuk masyarakat Indonesia. Siapa pun lawan di final, kami siap," tambahnya.

Baca Juga: Persipura Persembahkan Kemenangan untuk Mettu Dwaramury, Owen Rahadiyan: Kami Fokus di Papan Atas

Hasil sektor ganda putra pada edisi tahun ini melampaui pencapaian tahun sebelumnya. Pada edisi lalu, Indonesia harus puas finis sebagai runner-up melalui pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X