Takluk dari Jepang, Indonesia Putri ke Perempat Final BATC 2026 dan Tantang Thailand

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 5 Februari 2026 | 23:29 WIB
Pasangan Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum menjadi penyeimbang di tengah dominasi Jepang di penyisihan grup Kejuaraan Beregu Asia 2026. Kemenangan mereka memberikan poin pertama Merah Putih. (PBSI)
Pasangan Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum menjadi penyeimbang di tengah dominasi Jepang di penyisihan grup Kejuaraan Beregu Asia 2026. Kemenangan mereka memberikan poin pertama Merah Putih. (PBSI)

SportlinkNews - Perjalanan tim putri Indonesia di fase grup Kejuaraan Beregu Asia 2026 (BATC 2026) resmi berlanjut ke babak perempat final sebagai runner-up Grup X usai kalah tipis 2-3 dari Jepang pada laga terakhir penyisihan grup, Kamis, 5 Februari 2026.

Dengan status juara grup, maka Indonesia akan bertemu dengan Thailand sebagai juara Grup Y, usai menang tipis 3-2 dari India di fase grup. India sendiri sebagai runner-up akan bertemu dengan Jepang sebagai juara Grup X ini. 

Pada pertandingan melawan Jepang ini, Indonesia Indonesia mendapat tekanan sejak partai pembuka.

Baca Juga: Sejarah Tercipta! Timnas Futsal Indonesia Melaju ke Final Piala Asia 2026 usai Menang Dramatis atas Jepang

Wakil Negeri Sakura langsung membuka keunggulan setelah Riko Gunji tampil solid untuk menundukkan Thalita Ramadhani Wiryawan dalam dua gim langsung 14-21, 16-21. 

Keunggulan awal tersebut membuat Jepang semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, wakil Indonesia merespons lewat sektor ganda putri.

Pasangan Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum menjadi penyeimbang di tengah dominasi lawan.

Baca Juga: Pembuktian Hansamu Yama Belum Habis

Dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh adu mental, pasangan Indonesia itu berhasil mencuri poin setelah menang tipis di gim penentuan. 

Kemenangan 21-12, 18-21, 23-21 atas Arisa Igarashi/Chiharu Shida tersebut menjadi titik balik yang menjaga asa Merah Putih tetap hidup. Kedudukan pun kembali imbang 1-1.

Rachel mengungkapkan bahwa ketenangan menjadi faktor kunci saat mereka berada dalam posisi tertekan.

Baca Juga: Resmi: Pemain Baru Juventus Masuk Skuad untuk Pertandingan Melawan Atalanta

Ketertinggalan cukup jauh di gim ketiga sempat menguji fokus, namun arahan pelatih untuk tetap percaya diri membuat mereka mampu bangkit secara perlahan.

Febi pun menegaskan pentingnya kesabaran dalam menghadapi momen krusial. Evaluasi dari gim sebelumnya membuat mereka memilih bermain lebih aman dan tidak terburu-buru mematikan bola, terutama saat reli panjang yang menentukan.

"Belajar dari gim kedua, kami sempat mengejar tetapi terlalu terburu-buru mematikan bola hingga banyak melakukan kesalahan," katanya.

Baca Juga: Turnamen Padel Team Showdown Jawa Barat 2026-Bandung Raya Series Siap Digelar

"Kemudian, di gim ketiga, pada poin-poin krusial kami memilih fokus mengejar dan mengembalikan bola terlebih dahulu, sesulit apa pun situasinya," imbuh Febi lagi.

Namun, Jepang kembali menjauh pada partai ketiga. Mutara Ayu Puspitasari kesulitan mengembangkan permainan saat berhadapan dengan Hina Akechi yang tampil agresif dan cepat.

Tekanan sejak awal laga membuat Mutiara tak mampu keluar dari situasi sulit hingga harus menyerah dalam dua gim langsung 2-21, 9-21.

Baca Juga: Rekrut Bek Brasil, Arema FC Lengkapi Kuota Pemain Asing

Keunggulan Jepang dipastikan pada partai keempat.

Pasangan Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti berusaha memberi perlawanan, namun harus mengakui ketangguhan Kie Nakanishi dan Miyu Takahashi dalam duel yang berlangsung ketat dengan skor akhir 20-22, 16-21.

Meski hasil akhir tak lagi menentukan, Indonesia menutup laga dengan catatan positif.

Baca Juga: KONI DKI Jakarta Targetkan Juara Umum PON XXII 2028 NTT-NTB

Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tampil tanpa beban dan berhasil menyumbangkan poin tambahan setelah menaklukkan Yuzuno Watanabe 21-6, 22-20.

Kemenangan tersebut memperkecil jarak sekaligus memberi suntikan kepercayaan diri jelang perempat final.

Dhinda menyebut keberanian bermain menyerang dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan menjadi kunci keberhasilannya.

Dukungan rekan setim juga memberi dorongan besar untuk tampil maksimal, meski pertandingan sudah tidak berpengaruh pada hasil akhir.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X