"Awalnya kami memproyeksikan atlet kelahiran 2008, namun sejumlah atlet kelahiran 2007 justru menunjukkan performa yang memenuhi kriteria," tambahnya.
Baca Juga: Tottenham Hotspur Bawa Bek Andalannya ke Old Trafford, Pelatih Manchester United: Para Pemain Tetap Rendah Hati
Faktor kesiapan, kualitas persiapan, serta kemauan yang kuat dinilai menjadi pembeda, sehingga memunculkan hasil-hasil di luar prediksi, termasuk tersingkirnya atlet unggulan di babak delapan besar.
Terkait kriteria pemilihan atlet, Bambang menjelaskan bahwa prestasi tetap menjadi indikator utama dalam proses seleksi menuju Pelatnas PBSI, yang kemudian diikuti oleh kualitas teknik.
"Prestasi menjadi indikator utama, disusul kualitas teknik. Dalam sistem 21 poin, teknik dasar sangat krusial karena atlet dengan teknik yang kurang sulit dikembangkan secara optimal, terutama jika hanya mengandalkan fisik," pungkas Bambang.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Alami Kesulitan dengan Motor Yamaha Barunya
Seleknas PBSI ini merupakan bagian dari program pembinaan berjenjang PP PBSI dalam menjaring dan memetakan atlet-atlet potensial menuju Pelatnas PBSI.
Artikel Terkait
PBSI dan Asosiasi Bulutangkis Jepang Perkuat Kemitraan Jangka Panjang
Menuju LA 2028, PBSI Terima Dukungan Peralatan Gymnasium dan Sport Science dari Kemenpora
Daniel Marthin Belum Kembali, PBSI Sudah Siapkan Tandem Baru
Menuju Pelatnas, PBSI Gelar Seleknas 2026 untuk Atlet Taruna Berprestasi
Lima Wakil Banten Ikut Seleknas PP PBSI, Berharap Menyusul Putri KW dan Jafar Hidayatulloh di Pelatnas